Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gerakan Rekonsiliasi Indonesia Jadi Momentum Mengikatkan Persatuan dan Kesatuan

Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa persatuan.

Gerakan Rekonsiliasi Indonesia Jadi Momentum Mengikatkan Persatuan dan Kesatuan
dok. GMRI
Gerakan Rekonsiliasi Indonesia Jadi Momentum Mengikatkan Persatuan dan Kesatuan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa persatuan. Karena persatuan menjadi kunci menjaga bangsa Indonesia tetap utuh. 

Pendiri GMRI, Eko Sriyanto Galgendu menyatakan bahwa, rekonsiliasi ini bentuk keinginan bersama dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan mencoba merangkul semua pihak tanpa membeda-bedakan suku, ras atau agama. 

"Kita mencoba mengetuk pintu hati mereka akan pentingnya satu ikatakan kebangsaan. Kami yakinkan mereka akan tanah dan air yang melahirkan," kata Eko Galgendu di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (26/10/2020).

Eko mengatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan ikatan kebangsaan. Kemudian dia bertemu dengan sejumlah pemuka agama demi terwujudnya Gerakan Rekonsiliasi Indonesia. 

"Kami jelaskan kepada mereka bahwa kondisi sekarang ini sangat memerlukan ikatakan kebangsaan.  Gingga suatu saat saya bertemu dengan Bhante Dammasubho Mahathera," jelas Eko.  

Berkat kegigihan dan semangatnya Eko berhasil meyakinkan para pemuka agama untuk melanjutkan Gerakan Rekonsliasi tersebut. 

"Saya kemudian bisa mengetuk hatinya, meyakinkan kepada beliau. Walau saya tahu beliau sebagai pemuka agama Budha pastinya tidak kemudian sederhana ketika memahaminya," imbuhnya.

Pelaksanaan Rekonsiliasi Indonesia ini dapat terjadi setelah melewati proses panjang, yang berawal dari sebuah renungan suci yang dilakukan di kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Trowulan Mojokerto. 

"Sebenarnya proses yang terjadi hari ini merupakan suatu rangkaian dari peristiwa. Semuanya berawal dari renungan suci sumpah palapa," tutur Eko. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas