Muhammad Maahir Abdullah Sejak Kecil Ingin Lihat Indonesia Naik Sepeda
Saya iseng saja menghitung berapa jengkal peta-peta dunia, kalau di Eropa ternyata satu jengkal itu bisa tiga sampai empat negara
Editor:
Rachmat Hidayat
"Kalau saya mau jalan di daerah yang susah jaringan internet misalkan, saya harus seperti apa persiapannya. Kalau misal ke lokasi yang tidak ada jaringan listriknya seperti apa? Apakah saya bawa power bank berapa, kapasitas berapa, intinya bagaimana agar saya memperoleh listrik terus dan sebagainya," ucap dia.
Baca juga: KLHK Resmikan Gapura dan Jembatan Titian Suaka Margasatwa Muara Angke
Provinsi Jawa Barat menjadi destinasi pertama bagi Mahiir saat mengawali ekspedisi tunggalnya. Dia menyebut perjalanan melintasi seluruh bagian Pulau Jawa tidak ada kendala.
"Karena sudah hafal sebelumnya. Karena di Jawa ini saya sudah berulang-ulang dari uji coba tahun 2015, 2016, 2017 itu. Jadi saya sudah beberapa kali keliling atau menjelajah pulau Jawa, jadi saya tidak ada kendala di pulau Jawa," ucap Mahiir.
Dari 34 provinsi yang dikunjungi, Mahiir menyebut Pulau Flores menjadi destinasi yang paling membekas di hati dan ingatan. Mahiir menceritakan, pengalaman di Pulau Flores begitu membekas karena warga Flores berisikan manusia-manusia yang tulus dan ikhlas.
"Saya lebih mengatakan Pulau Flores. Masyarakatnya sangat fine kepada saya, mereka tidak banyak basa basi, mereka tulus, mereka ikhlas untuk membantu orang lain. Ini yang paling membekas," ujar dia.
Baca juga: Tantri Kotak Sebut Pencuri Sepeda Ayahnya Sebagai Bocah Nakal
Namun demikian, saat perjalanan di Pulau Sumatera, Mahiir mengaku terpaksa membatasi diri untuk berinteraksi secara intens dengan warga. Alasannya tak lain situasi pandemi Virus Corona atau Covid-19.Mahiir menyebut pandemi Covid-19 menjadi kendala yang benar-benar merepotkan dalam perjalanannya di Pulau Sumatera.
"Di Pulau Sumatera saya membatasi diri saya untuk berinteraksi banyak dengan masyarakat setempat. Kondisi ini membuat orang saling curiga karena saya juga pendatang," kata Mahiir.
"Maka itu saya membatasi untuk tidak berkerumun dengan masyarakat, sehingga tepatnya saya hanya melintas bersepeda. Tidak ada interaksi berlebih seperti saat di Indonesia Timur," kata dia.
Baca tanpa iklan