Tribun

Aksi 1812

Akses Silang Monas Steril Usai Massa 1812 Dibubarkan Aparat, Transportasi Bisa Melintas

Massa aksi yang memenuhi Silang Monas atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, mundur setelah dibubarkan aparat gabungan TNI-Polri.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Silang Monas Steril Usai Massa 1812 Dibubarkan Aparat, Transportasi Bisa Melintas
Tribunnews.com/Reza Deni
lalin di Monas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi 1812 yang sedianya digelar di Istana Negara tampak berakhir lebih cepat.

Massa aksi yang memenuhi Silang Monas atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, mundur setelah dibubarkan aparat gabungan TNI-Polri.

Situasi terkini, akses Silang Monas dibuka untuk umum. Polisi membuka akses sekira pukul 14.30 WIB.

Mobil baik dari Sudirman menuju Istana Negara, Harmoni maupun sebaliknya sudah bisa melintas. Begitu juga dari Tanah Abang menuju Balai Kota.

Beberapa massa aksi masih ada yang bertahan di bahu-bahu jalan. Namun, mereka tampak siap untuk meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan pribadi.

Sebelumnya, situasi Patung Kuda berubah menjadi ricuh setelah massa aksi 1812 mulai dibubarkan oleh pihak kepolisian.

Massa aksi 1812 tiba di Patung Kuda Monas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, langsung dibubarkan polisi, Jumat (18/12/2020), pukul 13.30 WIB.
Massa aksi 1812 tiba di Patung Kuda Monas, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, langsung dibubarkan polisi, Jumat (18/12/2020), pukul 13.30 WIB. (Wartakotalive.com/Desy Selviany)

Pantauan Tribunnews.com, aparat kepolisian membubarkan secara paksa massa aksi. Instruksi tegas itu disampaikan mengingat DKI Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Baca juga: Bubarkan Massa 1812, Polisi Terlibat Bentrok di Jalan Abdul Muis

Massa awalnya berdatangan ke area Patung Kuda sekira pukul 13.30 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto melalui pengeras suara mengimbau massa aksi 1812 untuk segera membubarkan diri. 

Namun, massa masih memilih bertahan dan justru semakin berkumpul.

Heru pun segera memerintahkan pasukannya untuk menghampiri massa membubarkan secara paksa.

Bahkan, Heru memberikan perintah untuk menangkap massa aksi yang tidak mau membubarkan diri.

"Jika ada yang melawan, tangkap, angkut naikan kendaraan," kata Heru dengan nada tinggi.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas