Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

TERBARU Temuan Komnas HAM dalam Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI: Lebih Jelas Posisinya

Kasus penembakan yang mengakibatkan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) tewas, di Tol Jakarta-Cikampek tempo lalu.

Penulis: garudea prabawati
Editor: Pravitri Retno W
zoom-in TERBARU Temuan Komnas HAM dalam Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI: Lebih Jelas Posisinya
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Keluarga enam laskar Front Pembela Islam yang ditembak mati polisi mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Senin (21/12/2020) pagi. 

Sebelum melontarkan pertanyaan Arteria menyebut telah melepaskan kesempatan kepada semua pihak, baik Komnas HAM, Mabes Polri, hingga Propam, yang ingin mencari kejelasan perkara penembakan tersebut.

Proses tersebut, kata Arteria, akan dilindungi dan dinyatakan suatu proses yang sangat konstitusional.

"Secara resmi atas nama PDI Perjuangan, kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya 6 orang keluarga Bapak Ibu, yang gugur dalam peristiwa yang kita bicarakan pada hari ini," lanjutnya.

Seorang anggota keluarga laskar FPI saat memberikan kesaksian dalam gelaran
Seorang anggota keluarga laskar FPI saat memberikan kesaksian dalam gelaran (Tangkap layar YouTube DPR RI)

Arteria prihatin walau bagaimanapun proses penegakan hukum harusnya tidak hanya berkepastian, tapi juga proporsional dan humanis.

Ia juga ingin mengetahui motif serta latar belakang dan hal-hal yang mendasari sampai terjadinya peristiwa penembakan.

"Tadi dikatakan di sini keluarga Bapak Ibu ini pengawal khusus, saya ingin menanyakan apakah pengawal khusus ini memang betul-betul terlembaga di institusi FPI? Atau memang gerakan-gerakan spontan?" tanya Arteria Dahlan.

"Kemudian kalau boleh tahu seperti apa ruang lingkup kegiatannya? Apa ke mana-mana Muhammad Rizieq Shihab pakai pengawalan?" lanjutnya.

Berita Rekomendasi

Arteria juga melanjutkan pertanyaan ada berapa apa jumlah satuan pengawalan kepada habib Rizieq.

Lantas, lanjutnya, Arteria menyampaikan adanya aturan anggota laskar tak dipersenjatai.

"Kalau logika akal sehatnya masa punya senjata ya nggak mungkin ya," lanjutnya.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa: Laskar Ini Tentara, untuk Perang, Perang Sama Siapa?

Kemudian terkait klaim Muhammad Rizieq Shihab diikuti dan diintai oleh seseorang, Arteria menanyakan apakah hal tersebut sudah dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Saya itu tidak mau mendebat fakta yang satu bilang bahwa senjata, yang satu bilang tidak membawa senjata," katanya.

Arteria melanjutkan dengan kalimat empati kepada keluarga korban, tapi juga atas nama objektivitas, dirinya meminta untuk bisa menghadirkan anggota FPI lain yang turut ada saat peristiwa penembakan.

Sehingga nantinya dapat memberikan keyakinan, memang tidak ada anggota FPI yang membawa senjata.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas