Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Jakarta

Kritik Pansus Banjir DPRD DKI ke Anies Dinilai Terlalu Subjektif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap mendapat kritik khususnya terkait penanganan banjir di ibu kota

Kritik Pansus Banjir DPRD DKI ke Anies Dinilai Terlalu Subjektif
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
TAMBAL TURAP KALI MOOKERVART YANG BOCOR - Petugas PPSU Kelurahan Kedaung Kali Angke, sedang menambal tanggul Kali Mookervart yang bocor, Kamis (25/2/2021). Sebelumnya kebocoran ini membuat Jalan Daan Mogot di Km 11 sempat terendam banjir. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap mendapat kritik khususnya terkait penanganan banjir di ibu kota yang dinilai belum membuahkan hasil maksimal.

Salah satu kritik datang dari Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. Zita sebelumnya mengkritik soal penggunaan gedung sekolah yang dipakai jadi lokasi pengungsian korban banjir. Ia juga mengkritik dengan menyatakan Anies tidak fokus dengan isu banjir lantaran terbelenggu janji politik.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad menilai tudingan Zita terkesan dipaksakan.

Baca juga: Hj Rizayati Salurkan 10 Ribu Paket Sembako untuk Korban Banjir hingga Anak Jalanan

Pasalnya kata Syaiful, kritik soal Anies tidak bekerja terkait banjir adalah pernyataan keliru dan cenderung politis. Sebab berdasarkan fakta, dampak dan korban banjir di ibu kota akhir pekan lalu berkurang drastis dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini tercermin dari data BPBD DKI Jakarta yang mencatat wilayah terdampak banjir hanya 200 dari total 30 ribu RT di ibu kota, alias cuma 0,6 persen.

Baca juga: Konten Anyar Dayana di YouTube Banjir Dislike, Kolom Komentar Dinonaktifkan, Ulah Netizen Indonesia?

"Kalau bicara banjir Jakarta, ukuran kerja atau kinerja Pemprov ya harus dilihat dari dampak itu, misalnya jangkauan banjirnya berkurang, waktu surutnya lebih cepat. Yang ditunggu masyarakat kan itu," kata Syaiful kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Sehingga menurutnya bila fakta menunjukan dampak banjir berkurang, maka semestinya diberikan apresiasi. DPRD DKI kata dia harus tetap objektif soal menilai kerja Pemprov DKI mengatasi banjir.

Baca juga: Legislator PKS Minta Kemenristek Optimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca Guna Kurangi Risiko Banjir

"Jadi, kalau sekarang dampaknya berkurang, ya saya kira harus diapresiasi. Dewan tidak boleh mengabaikan kerja Pemprov DKI," tuturnya.

"Kalau menyampaikan kritik nggak masalah, cuma harus objektif. Kalau Pemprov dianggap belum maksimal ya, tapi jangan lantas dianggap tidak bekerja, itu kan subyektif sekali dan cenderung menyerang," pungkas Syaiful.

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas