Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Polri Soal Rizieq Shihab Ngotot Tidak Mau Sidang di Rutan Bareskrim

Sambil menunjuk pihak yang merekam, Rizieq minta rekaman dimatikan karena menilai lorong rutan bukan bagian dari ruang persidangan.

Polri Soal Rizieq Shihab Ngotot Tidak Mau Sidang di Rutan Bareskrim
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Polisi menghalau pendukung Rizieq Shihab yang akan menggelar aksi dukungan di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). Penjagaan ketat dilakukan terkait sidang dakwaan Rizieq Shihab atas tiga kasus yaitu kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus kerumunan di Megamendung, Puncak, dan kasus tes usap (swab test) palsu RS Ummi Bogor. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri menanggapi tindakan Rizieq Shihab yang sempat ngotot dan marah untuk meminta dihadirkan sidang secara tatap muka di PN Jakarta Timur pada hari ini Jumat (19/3/2021).

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaiman manajemen persidangan bukan tanggung jawab penyidik Polri. Sebaliknya itu merupakan kewenangan dari majelis hakim dan jaksa.

"Jadi manajemen persidangan sudah ada yang bertanggungjawab disitu, ada hakim ada jaksa," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Menurut Rusdi, Polri hanya bertindak sebagai pihak yang mengamankan persidangan saja.

Termasuk untuk dapat membantu menyediakan berbagai keperluan terdakwa saat sidang secara online di Rutan Bareskrim Polri.

Polisi menghalau pendukung Rizieq Shihab yang akan menggelar aksi dukungan di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). Penjagaan ketat dilakukan terkait sidang dakwaan Rizieq Shihab atas tiga kasus yaitu kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus kerumunan di Megamendung, Puncak, dan kasus tes usap (swab test) palsu RS Ummi Bogor. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Polisi menghalau pendukung Rizieq Shihab yang akan menggelar aksi dukungan di depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). Penjagaan ketat dilakukan terkait sidang dakwaan Rizieq Shihab atas tiga kasus yaitu kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus kerumunan di Megamendung, Puncak, dan kasus tes usap (swab test) palsu RS Ummi Bogor. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Kalau Polri hanya mengamankan bagaimana sidang bisa berjalan dengan aman, lancar. Manajemen persidangan itu, ada hakim ada jaksa. Polri hanya mengamankan saja disitu," tukas dia.

Baca juga: Penjelasan Polri Soal Puluhan Kuasa Hukum Rizieq Tak Boleh Masuk di Ruang Sidang PN Jaktim

Sebelumnya, eks pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab keberatan dengan pihak Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang merekamnya saat berada di lorong Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Sambil menunjuk pihak yang merekam, Rizieq minta rekaman dimatikan karena menilai lorong rutan bukan bagian dari ruang persidangan.

"Anda rekam apa? Ini ditayangkan di ruang sidang kan? Berarti anda ingin menipu saya. Di lorong rutan ini anda ingin jadikan sebagai bagian ruang sidang. Jangan dagelan lah, jangan sinetron. Matikan, saya nggak rela," kata Rizieq di lorong rutan Bareskrim Polri, seperti dilihat dari siaran langsung Youtube PN Jaktim, Jumat (19/3/2021).

Rizieq menganggap pihak PN Jaktim membuat dagelan atau pertunjukan lawak atas kegiatan perekaman tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas