Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ombudsman Kritisi Lemahnya Deteksi Dini Polisi Cegah Rangkaian Bentrokan di Pancoran

Ombudsman Jakarta Raya menyayangkan lemahnya deteksi dini aparat kepolisian, dalam hal ini Polres Metro Jakarta Selatan mengantisipasi bentrokan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ombudsman Kritisi Lemahnya Deteksi Dini Polisi Cegah Rangkaian Bentrokan di Pancoran
(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)
Polisi menembakkan gas air mata ke arah kelompok massa yang terlibat tawuran di Jalan Pancoran Raya, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (17/3/2021) sekitar pukul 23.04 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ombudsman Jakarta Raya menyayangkan lemahnya deteksi dini aparat kepolisian, dalam hal ini Polres Metro Jakarta Selatan mengantisipasi bentrokan antara warga dengan ormas Pemuda Pancasila di Jalan Pancoran Buntu II, Rabu (17/3) malam kemarin.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho yakin peristiwa bentrokan itu tidak terjadi secara spontan, lantaran rangkaian konflik sudah ada selama ini.

"Polda Metro Jaya seharusnya sejak dari awal sudah mampu melakukan deteksi potensi gangguan keamanan, dan secara kewilayahan hal tersebut menjadi tanggung jawab Kapolsek Pancoran dan Kapolres Metro Jakarta Selatan," ucap Teguh kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

Mencegah bentrokan kembali terjadi di lokasi, Ombudsman meminta Polres Jakarta Selatan memakai kewenangannya menerbitkan Laporan Polisi Model A untuk mengusut peristiwa bentrokan itu.

Baca juga: Bubarkan Bentrokan di Pancoran, Polisi Lepaskan Gas Air Mata Hingga Lalu Lintas Dialihkan

Menurut Teguh, ini penting dilakukan guna membuat publik percaya akan kemampuan polisi menegakkan hukum.

"Hal ini penting dilakukan untuk membangun kepercayaan publik terhadap kemampuan Polri dalam menegakkan hukum, termasuk penggunaan kekerasan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan," jelas dia.
 

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas