Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Rizieq Khawatir Pendirian Saksi yang Mengungkap Secara Jujur Dimanfaatkan Pihak Lain Membuat Intrik

Rizieq khawatir pendirian saksi yang mengungkap secara jujur dan apa adanya dimanfaatkan pihak lain untuk membuat intrik jahat.

Rizieq Khawatir Pendirian Saksi yang Mengungkap Secara Jujur Dimanfaatkan Pihak Lain Membuat Intrik
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Jalannya persidangan lanjutan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang dihadiri Camat Megamendung Kabupaten Bogor Hendi Rismawan, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung, Jawa Barat. Sidang digelar pada Senin (19/4/2021) dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Habib Rizieq Shihab (HRS) yang duduk sebagai terdakwa menyampaikan rasa cintanya kepada empat saksi karena dianggap secara jujur dan lurus memberi keterangan di hadapan majelis hakim.

Diketahui empat saksi yang dihadirkan antara lain Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Megamendung Iwan Relawan, dan Camat Megamendung Endi Rismawan.

"Saya cinta kepada anda berempat dari tadi menyampaikan apa adanya, polos, lurus, jujur," terang Rizieq di persidangan.

Ia menyampaikan demikian, lantaran para saksi sependapat soal kegiatan internal atau pelaksanaan ibadah di pesantren yang tak perlu izin.

Camat Megamendung Endi Rismawan juga menyatakan bahwa dari 20 orang yang reaktif di Megamendung, hanya 1 orang yang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Megamendung Iwan Relawan juga memaparkan data kasus di bulan Oktober 2020 atau satu bulan sebelum kerumunan Megamendung, ada 2 orang warga positif Corona.

Namun pada November, kasus positif di Megamendung tidak ada alias nol. Pada Desember bertambah 1 kasus, dan bulan Februari ada 5 kasus positif.

Atas data itu, Rizieq menyimpulkan bahwa tidak terjadi kedaruratan kesehatan masyarakat sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum.

Baca juga: Kuasa Hukum Rizieq: Tak Ada Skenario di Acara Ponpes Markaz Syariah, Semuanya Spontanitas

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas