Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KAI Belum Lihat Adanya Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Senen

KAI mengatakan keberangkatan pengguna jasa dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir pekan ini terpantau normal, tidak terjadi lonjakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in KAI Belum Lihat Adanya Lonjakan Penumpang di Stasiun Gambir dan Senen
Hendra Gunawan/Tribunnews.com
Kru Stasiun Gambir saat melepas Kereta Argo Parahyangan beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia atau KAI, memastikan sampai saat ini belum melihat adanya lonjakan penumpang yang terjadi di stasiun daerah operasi 1 Jakarta.

Kepala Hubungan Masyarakat KAI Daop 1, Eva Chairunisa mengatakan, Stasiun Jakarta yang dimaksud adalah Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

"Untuk keberangkatan pengguna jasa dari wilayah Daop 1 Jakarta seperti Stasiun Pasar Senen dan Gambir pekan ini terpantau normal atau tidak terjadi lonjakan," jelas Eva dalam keterangannya, (24/4/2021).

"Jumlah perjalanan KA (Kereta Api) yang beroperasi tetap sama dengan pekan sebelumnya," tambahnya.

Baca juga: Cegah Lonjakan Penumpang Mudik, Bos Garuda: Jumlah Penumpang Kita Monitor

Bila dirinci, Eva melanjutkan, untuk hari ini terdapat 15 KA yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dengan rata-rata volume berdasarkan data pemesanan tiket sementara pukul 06.00 WIB terdapat sekitar 3.100 penumpang.

Untuk Stasiun Gambir terdapat 13 KA berangkat dengan rata- rata volume berdasarkan data pemesanan tiket sementara pukul 06.00 WIB yakni sekitar  1.800 penumpang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jumlah perjalanan dan volume rata-rata penumpang berangkat pada pekan ini sama dengan pekan sebelumnya," ujar Eva.

Selama pandemi, KAI memastikan untuk terus mengedepankan protokol kesehatan secara konsisten.

Sebagai bentuk dukungan penuh maka sejumlah aturan yang diterapkan pada perjalanan KA juga mengacu pada kebijakan pemerintah.

"Salah satunya pembatasan kapasitas volume penumpang maksimal 70 persen di setiap rangkaian serta kewajiban para calon pengguna memiliki berkas pemeriksaan deteksi Covid 19 dengan hasil Negatif," pungkasnya.

Baca juga: Darurat Covid-19 di Jepang, WNI di Jepang Diminta Taati Aturan Tidak Mudik

Sebagai tambahan informasi, KAI Daop 1 saat ini telah mengubah persyaratan bagi para calon penumpang yang hendak menggunakan jasa transportasi kereta.

Calon penumpang yang diperbolehkan menggunakan kereta jarak jauh adalah, yang memiliki surat keterangan bebas Covid -19. 

Tetapi, hasil tes negatif Covid-19 tersebut harus dilakukan 24 jam sebelum keberangkatan kereta tujuannya.

Baik tes menggunakan RT-PCR, Antigen, maupun GeNose C19.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas