Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Ahli dari Universitas Trisakti Dicecar Rizieq dalam Sidang

Muhammad Rizieq Shihab (MRS) cecar saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara hasil test swab palsu RS UMMI di

Ahli dari Universitas Trisakti Dicecar Rizieq dalam Sidang
Rizki Sandi Saputra
Jalannya sidang lanjutan kasus hasil test swab palsu di Rumah Sakit (RS) UMMI, Bogor atas terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) cecar saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara hasil test swab palsu RS UMMI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021).

Adapun ahli yang dimaksud yakni Ahli Sosiologi Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah.

Mulanya, Rizieq Shihab mempertanyakan mengenai Pasal 14 ayat 1 KUHP yang didakwakan kepada dirinya dalam perkara tersebut.

"Saya mau bertanya soal pasal 14 ayat 1 disitu disebutkan barang siapa yang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja dan seterusnya jadi kalau pemberitaan itu bohong jelas ini masuk unsur ayat ini? Tapi kalau pemberitaan itu tidak bohong apa masuk unsur ayat ini?," tanya Rizieq dalam persidangan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, lantas Trubus memberikan pernyataan bahwa hal tersebut tidak termasuk dalam unsur yang terkandung dalam pasal itu.

"Tidak (termasuk)," jawabnya.

Rizieq Shihab kembali menanyakan mengenai adanya tindakan demo yang terjadi pada saat dirinya dirawat di Rumah Sakit UMMI.

Demo itu dilakukan oleh beberapa orang yang meminta konfirmasi lebih jauh terkait kondisi kesehatan Rizieq Shihab.

"Baik sekarang di sini ada kata sengaja menerbitkan keonaran dengan sengaja bertujuan untuk membuat keonaran kalau dia tidak punya motif tidak punya tujuan dan tidak ada kesengajaan keonaran apakah masuk ayat 1 ini?," tanya lagi Rizieq.

"Tidak," jawabnya secara singkat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas