Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anggotanya Dikepung Debt Collector Saat Hendak Membawa Warga ke RS, Berikut Penjelasan Kapendam Jaya

Serda Nurhadi berinisiatif untuk membantu dan mengambil alih sopir mobil untuk mengantar ke rumah sakit melalui jalan Tol Koja Barat.

Anggotanya Dikepung Debt Collector Saat Hendak Membawa Warga ke RS, Berikut Penjelasan Kapendam Jaya
Foto: laras post
Kapendam Jaya/Jayakarta Letkol Arh Herwin BS, ketika memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Makodam Jaya Jakarta Timur, Selasa (23/2/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serda Nurhadi, anggota Babinsa Semper Timur Kodim 0502/Jakut menolong warga yang sedang dikepung oleh debt collector saat hendak menuju rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat itu Serda Nurhadi, anggota Babinsa Semper Timur Kodim 0502/Jakut tengah berada di Kantor Kelurahan Semper Timur.

Dia mendapat laporan dari anggota PPSU/Satpol PP an Muh Abduh yang melihat ada kendaraan yang dikerumuni oleh kelompok orang berjumlah sekitar 10 orang, sehingga menyebabkan kemacetan di jalanan.

Di dalam mobil tersebut ada anak kecil dan seorang yang sakit (om dan Tante N).

Baca juga: Begal Bermodus Debt Collector di Jakarta Bikin Resah, Beraksi di Siang Hari, Ini 3 Kasus yang Viral

Sehingga anggota Babinsa Serda Nurhadi berinisiatif untuk membantu dan mengambil alih sopir mobil untuk mengantar ke rumah sakit melalui jalan Tol Koja Barat.

"Mereka dikerumuni oleh beberapa orang debt collector, karena kondisi kurang bagus maka Serda Nurhadi membawa mobil tersebut ke Polres Jakut dengan diikuti oleh beberapa orang debt collector," jelas Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS menjelaskan peristiwa sebenarnya yang terjadi.

"Serda Nurhadi sebagai Babinsa terpanggil untuk membantu warga yang sedang sakit untuk dibawa ke RS dan Serda Nurhadi sendiri tidak mengetahui kondisi mobil tersebut bermasalah," jelas Kapendam Jaya.

dalam keterangannya kepada Tribunnews, Minggu (9/5/2021) Kapendam mengatakan, Satuan TNI AD khususnya Kodam Jaya tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak debt collector yang secara arogan mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan oleh Serda Nurhadi.

Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra
Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra (Istimewa)

"Sementara pada saat itu Serda Nurhadi sedang menjalankan tugasnya sebagai Babinsa yang akan menolong warga yang sedang sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di ruma sakit," tegas Kapendam Jaya.

Sebelumnya beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan kendaraan mobil jenis Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih yang dikemudikan anggota TNI AD berpakaian dinas PDL Loreng di depan Tol Koja Barat-Jakut.

Dalam video itu tampak anggota TNI AD hendak mengantar orang sakit ke Rumah Sakit (RS) namun dikepung oleh beberapa orang debt collector.

Baca juga: Kisah Viral Emak-emak Vs Debt Collector, Motor Mau Dirampas Modus Tuduhan Pelat Nomor Palsu

Kapendam Jaya mengatakan, mengambil kendaraan bermotor secara paksa (perampasan) dapat dijerat/dikenakan pasal 365 KUHP, dimana pasal 365 KUHP adalah pasal pencurian dengan kekerasan sebagai pemberatan dari pasal pencurian biasa, sebagai mana dimaksud dalam pasal 362 KUHP.

"Permasalahan ini telah ditangani oleh Pihak Polres Jakarta Utara dan Kodim 0502/Jakut," kata Kapendam Jaya.

Ikuti kami di
Penulis: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas