Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Usia Muda Jadi Pertimbangan Jaksa Tuntut Hanif Alatas Lebih Rendah Dibanding Mertuanya Rizieq Shihab

jaksa menyatakan menantu Muhammad Rizieq Shihab itu terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta dalam menyebarkan berita bohong.

Usia Muda Jadi Pertimbangan Jaksa Tuntut Hanif Alatas Lebih Rendah Dibanding Mertuanya Rizieq Shihab
Rizki Sandi Saputra/Tribunnews.com
Muhammad Rizieq Shihab (kanan) dan Hanif Alatas (kiri), dalam sidang lanjutan perkara hasil swab tes palsu RS UMMI, beragendakan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU), Kamis (3/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menjatuhkan tuntutannya kepada terdakwa Muhammad Hanif Alatas dengan hukuman dua tahun penjara atas perkara penyebaran berita bohong hasil swab test covid-19 di Rumah Sakit UMMI Kota Bogor.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan menantu Muhammad Rizieq Shihab itu terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta dalam menyebarkan berita bohong.

Hanif dinilai melanggar salah satunya Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menjatuhkan pidana terhadap Muhammad Hanif Alatas berupa pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi masa tahanan sementara, berdasarkan barang bukti 1 sampai 26 keseluruhan," kata jaksa saat bacakan tuntutannya di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021).

Lanjut dalam tuntutannya jaksa membeberkan, hal-hal yang memberatkan untuk jadi pertimbangan yang memberatkan tuntutannya kepada Hanif Alatas.

Terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Tak hanya itu, Hanif juga dinyatakan telah menciptakan kegaduhan dan mengganggu keresahan masyarakat.

"Terdakwa juga tidak menjaga sopan santun dan berbelit belit dalam memberikan keterangan di persidangan," ucap jaksa.

Sedangkan untuk pertimbangan yang meringankan, jaksa menyatakan kalau Hanif Alatas masih berusia muda, dan diharapkan dapat memperbaiki perilakunya ke depan.

"Terdakwa masih berusia muda sehingga bisa memperbaiki prilakunya dimasa mendatang," imbuh jaksa.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas