Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dukung Presiden Berantas Preman di Tanjung Priok, Sahroni: Sudah Saatnya Citra Priok Diubah

Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit untuk menindak para preman yang dimaksud.

Dukung Presiden Berantas Preman di Tanjung Priok, Sahroni: Sudah Saatnya Citra Priok Diubah
Andri/Man (dpr.go.id)
Anggota DPR RI Asal Tanjung Priok Ahmad Sahroni. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi mendapat keluhan dari para sopir kontainer yang menyebutkan bahwa mereka sering dipalak oleh preman di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT).

Pada saat yang sama, Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit untuk menindak para preman yang dimaksud.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Asal Tanjung Priok Ahmad Sahroni menyatakan dukungannya atas sikap presiden.

Baca juga: Mulai Hari Ini Polri Gelar Operasi Pemberantasan Pungli dan Premanisme di Seluruh Indonesia 

Menurut Sahroni, kasus pungutan liar yang dilakukan preman memang sudah menjadi persoalan utama di dermaga dan harus segera dibasmi oleh Polri, mengingat hal ini tentunya bisa mengganggu lalu lintas perekonomian.

"Kami sebagai warga Tanjung Priok tentunya sangat senang dan mendukung arahan presiden tersebut. Memang kalau terkait preman itu bukanlah persoalan yang baru, dan tentunya keberadaan mereka  sudah sangat menganggu, karena menyebabkan tingginya pungutan liar. Kini sudah saatnya citra Priok diubah, jadi bebas pungli," kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Lebih lanjut, Sahroni meminta kepada Polri agar meningkatkan pelayanan keamanan bagi masyarakat dari preman, tidak hanya di pelabuhan, namun juga di banyak lokasi.

"Pungli ini kan tidak hanya kepada sopir pelabuhan, tapi juga ke toko-toko, perumahan, pengembang, ini benar-bener menyebabkan keresahan warga, jadi tolong agar ditindak tegas saja,” pungkas Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.

Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas