Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Catatan DPRD DKI Soal Wacana Tarif Parkir Mobil Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Anggota DPRD DKI menyoroti kenaikan tarif parkir yang sedang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta, berikut sejumlah point yang digaris bawahi.

Catatan DPRD DKI Soal Wacana Tarif Parkir Mobil Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000
net
Ilustrasi parkir mobil. Pemprov DKI Jakarta berencana menaikkan tarif parkir menjadi sebesar Rp 60 ribu per jam untuk mobil dan Rp 18 ribu per jam untuk sepeda motor. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Pemprov DKI Jakarta menaikkan tarif parkir untuk mobil menjadi Rp 60.000 per jam dan sepeda motor Rp 18.000 per jam terus menuai sorotan.

Tarif itu berlaku bagi kendaraan yang belum membayar pajak dan belum melakukan uji emisi, serta berada di lokasi parkir yang bersinggungan dengan angkutan umum massal.

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak ikut bersuara atas rencana itu.

Politikus Partai PDI Perjuangan ini menyampaikan sejumlah catatan atas wacana kenaikan tarif parkir.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI JAKARTA Gilbert Simanjuntak
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI JAKARTA Gilbert Simanjuntak (Kompas.com)

Wacana Kenaikan Tarif Parkir Bukan Solusi Tepat, Waktunya Juga Tak Tepat

Gilbert Simanjuntak merasa rencana itu bukan solusi tepat dan pada waktu yang tidak tepat.

Kata dia, berbagai negara mempunyai masalah parkir sendiri-sendiri yang umumnya dipicu oleh sulitnya lahan parkir.

“Hal ini bisa terjadi karena jumlah kendaraan yang meningkat dan tidak sesuai dengan kapasitas lahan parkir. Solusi pertama yang dipikirkan adalah menyediakan transportasi publik yang terjangkau dan menjangkau semua daerah pemukiman dan tempat kerja di kota,” kata Gilbert pada Minggu (27/6/2021).

Rencana Kenaikan Tarif Pakir Berisiko Meningkatkan Penularan Covid-19

Namun, kata dia, hal berbeda dengan Jakarta di mana kebijakan rencana menaikkan tarif karena keinginan mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas