Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Covid-19 Melonjak, Truk Antre Angkut Peti Jenazah di Tangerang

Hiruk pikuk buruh membuat peti mati jadi pemandangan yang langsung terlihat begitu memasuki pintu gerbang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Covid-19 Melonjak, Truk Antre Angkut Peti Jenazah di Tangerang
TribunJakarta/Ega Alfreda
Pabrik peti mati jenazah Covid-19 di kawasan Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang yang kebanjiran orderan produksi hingga 500 dalam sehari, Kamis (1/7/2021). (TribunJakarta/Ega Alfreda) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kasus Covid-19 di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah.

Permintaan akan peti jenazah juga meningkat drastis.

Perajin peti mati di Kota Tangerang bahkan banjir pesanan.

Seperti pantauan TribunJakarta.com di sebuah pabrik pembuat peti mati kawasan Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Hiruk pikuk buruh membuat peti mati jadi pemandangan yang langsung terlihat begitu memasuki pintu gerbang.

Baca juga: Warga Bekasi Wafat Karena Covid-19 Setelah Isolasi Mandiri di Rumah

Rekomendasi Untuk Anda

Suara bising mesin pemotong kayu dan hembusan serpihannya jadi hal yang wajar bagi buruh dan sopir truk yang membawa peti mati di sana.

Bak kerja rodi kerja tanpa henti, ratusan buruh peti mati tampak sibuk lalu lalang membuat peti mati berwarna putih untuk peristirahatan terakhir korban Covid-19.

"Kita bisa produksi peti mati ini untuk hari ini aja itu sudah tembus 500 orderan, mulai hari ini ya," ujar Frans perajin peti mati sekaligus pemilik pabriknya kepada TribunJakarta.com, Kamis (1/7/2021).

Lain hari lain waktu, bukannnya semakin berkurang, ternyata orderan malah menjadi-jadi.

Awalnya, kata Frans, saat gelombang kedua masuk, pihaknya mulai membuat dari 100 perhari, tambah jadi 250 perhari.

Puncaknya mulai hari ini, tembus 500 permintaan perhari.

"Per Jumat besok tepat dua minggu nih banjir orderan. Nah hari ini tembus 500 orderan dalam sehari, kemarin juga mendekati. Ini bisa tambah terus," ungkap Frans.

"Makanya perhari ini juga kita bikin kerja 3 shift, kemarin-kemarin itu cuma 2 shift," tambah dia lagi.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas