Buntut Kemarahan Anies Baswedan, Polda Metro Jaya Periksa Perusahaan yang Kena Semprot
Perusahaan yang kena marah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah diperiksa Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran aturan PPKM Darurat.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Arif Fajar Nasucha
Yuniarti menegaskan, ibu hamil itu datang ke kantor atas keinginannya sendiri, tanpa dipaksa.
"Ketika diwawancara tadi juga bilang dia ke kantor bukan atas dipaksa, itu statement (pernyataan soal ibu hamil diminta WFO) yang menurut saya menyesatkan," tuturnya.
"Enggak ada seperti itu, dia lagi ngurus cuti. Enggak ada narasi (paksa ibu hamil kerja) itu, dia ke kantor urus cuti tanpa paksaan kok," tegasnya.
Ia juga mengklaim, perusahaannya telah menjalankan aturan PPKM Darurat.
Yuniarti menyebut pihaknya telah melarang ibu hamil untuk masuk kantor sejak awal pandemi Covid-19 merebak.
"Kami ada ketentuan internal bahwa orang hamil itu tidak boleh masuk, itu ada dan bisa dicek."
"Kami ada berkas pendukungnya," tegasnya.
Kronologi Anies Baswedan Marah
Mengutip Tribunnews, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meluapkan kemarahannya saat tahu masih ada karyawan di perusahaan sektor non-esesial yang WFO di masa PPKM Darurat.
Insiden itu berawal saat Anies melakukan sidak, Selasa, ke sejumlah kantor perusahaan di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Baca juga: Anies Baswedan: Pasokan Oksigen Untuk Rumah Sakit Aman, Tapi Kebutuhan Masyarakat Masih Bermasalah
Baca juga: Anies Baswedan: Jakarta Hadapi Badai Covid-19
Saat sidak di Ray White Indonesia dan PT Equity Life Indonesia, Anies merasa geram ketika tahu masih ada karyawan WFO.
Ia pun langsung menanyakan keberadaan HRD Ray White Indonesia.
Tak hanya itu, Anies juga mengaku heran melihat para karyawan yang bersedia diminta WFO, padahal sudah jelas melanggar aturan PPKM Darurat.
"Ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa ya."
"Kita ini mau nyelametin nyawa orang dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja," kata Anies.