Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jasa Servis Ponsel di PGC Mengeluh, Janji Pemerintah Akan Bansos Belum Tersalurkan

Masyarakat yang kurang mampu banyak yang mengeluh karena janji pemerintah akan bantuan sosial (bansos) belum terlaksana hingga saat ini.

Jasa Servis Ponsel di PGC Mengeluh, Janji Pemerintah Akan Bansos Belum Tersalurkan
Tribunnews/Ferryal Immanuel
Balgis Amelia, pemilik usaha jasa servis handphone di Mal PGC Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (16/7/2021). Dia mengeluh pemasukannya dari jasa servis handphone merosot sejak berlaku PPKM Darurat. Dia membuka jasa servis ponsel di trotoar buat sementara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferryal Immanuel

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat yang kurang mampu banyak yang mengeluh karena janji pemerintah akan bantuan sosial (bansos) belum terlaksana hingga saat ini.

Balgis Amelia salah satu penyedia jasa servis handphone yang berada di depan Mal PGC Cililitan mengeluh, karena dari bulan Juni hingga Juli bansos dari Pemerintah belum tersalurkan kepada masyarakat.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Dibutuhkan dengan Memperhatikan Ekonomi Rakyat

"Kemarin janjinya mau dikeluarkan 2 bulan, tapi sampai sekarang kenapa belum dikeluarkan? Tapi mana sampai sekarang kok belum cair," kata Balgis Amelia kepada Tribunnews, Jumat (16/7/2021).

Balgis menjelaskan bahwa dengan adanya bantuan sosial sedikit membantu perekonomian para masyarakat terutama kalangan menengah kebawah.

"Kami juga lebih membutuhkan bansos seperti sembako karena kalau uang bisa lebih cepat habis," ucap Balgis.

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Mal PGC Tutup, Balgis Ngeluh Omset Jasa Servis HP-nya Anjlok 90 Persen

"Kalau sembako bisa bertahan beberapa minggu hingga bulan, kalau uang kan belum tentu. Apalagi kebutuhan anak untuk membeli kuota internet juga lumayan mahal," sambungnya.

Ia menceritakan bahwa dirinya hidup bersama 5 orang yang terdiri dari suami, orangtua (Ibu) dan kedua anak.

"Suami saya pekerjaannya sebagai tukang parkir, terus ibu saya juga sekarang tinggal dengan saya. Bagaimana kami bisa hidup kalau tidak ada peran pemerintah kepada masyarakat," tutur Balgis.

Ia sebagai seorang masyarakat kalangan kurang mampu sangat berharap janji pemerintah harus segera dijalankan.

"Untung saja kartu jakarta pintar (KJP) selalu cair tepat waktu, itu untuk membantu membeli kebetuhan anak saya," ucapnya.

Ia mengatakan dengan tegas, jika seperti ini terus bukan meninggal karena terserang Covid-19, tetapi meninggal karena kelaparan.

Balgis berharap kepedulian pemerintah harus semakin ditingkatkan untuk masyarakat ditengah situasi pandemi Covid-19.

Penulis: Ferryal Immanuel
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas