Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eko Prasojo: Jangan Sampai Perpindahan Ibu Kota Jadi Domain Bisnis Para Pengusaha

Prof Eko Prasojo menyoroti skema pembiayaan pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan.

Eko Prasojo: Jangan Sampai Perpindahan Ibu Kota Jadi Domain Bisnis Para Pengusaha
Youtube Najwa Shihab
Wamen Pan-RB 2011-2014 Eko Prasojo (Tangkapan Layar YouTube Najwa Shihab) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI yang juga merupakan Sekretaris Eksekutif Komisi Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN) Prof Eko Prasojo menyoroti skema pembiayaan pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan.

Eko khawatir apabila skema pembiayaan ini tidak jelas akan menguntungkan pihak swasta dan merugikan pemerintah.

“Kalau pembiayaan oleh swasta waspadai prinsip profit making. Ekonomi politik, jangan sampai perpindahan Ibu Kota ini jadi domain bisnis para pengusaha," ujar Eko, dalam webinar series yang digelar The Indonesian Democracy Initiative (TIDI).

Diketahui, TIDI menggelar webinar series membahas rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan.

Pada webinar sesi kedua yang dilaksanakan pada Rabu (14/7) itu, selain Eko, hadir pula sebagai pembicara yaitu anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama.

Eko juga menyampaikan agar pemerintah harus sepenuhnya menetapkan kebijakan dan mengontrol pembangunan dan implementasi Ibu Kota Negara ini.

“Dan ini kalau dibiayai oleh APBN tidak boleh mengganggu pelaksanaan pembangunan tahunan,” sambung Eko.

Selain itu, Eko Prasojo juga menggarisbawahi agar pembangunan Ibu Kota Negara baru ini jangan sampai mengganggu program-program strategis nasional yang sifatnya jangka panjang, seperti pembangunan Sumber Daya Manusiam (SDM) dan juga pembangunan kelembagaan negara.

Menurutnya, Indonesia akan melewati momentum bonus demografi 2030 jika tidak fokus membenahi persoalan SDM.

Halaman
12
Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas