Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Polisi Sebut Ada Peningkatan Mobilitas Warga Jakarta Sejak PPKM Level 4 Berlaku

Polda Metro Jaya bicara soal mobilisasi masyarakat di Jakarta sejak diberlakukannya PPKM Level 4.

Polisi Sebut Ada Peningkatan Mobilitas Warga Jakarta Sejak PPKM Level 4 Berlaku
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
PERKETAT PENGAMANAN DI BATU CEPER - Petugas kepolisian memperketat pengamanan di Pos Penyekatan PPKM di Jalan Daan Mogot Km 19, Batuceper, Kota Tangerang, Sabtu (24/7/2021). Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mewanti-wanti masuknya pengunjukrasa dari wilayah Tagerang menuju Jakarta. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Polda Metro Jaya bicara soal mobilisasi masyarakat di Jakarta sejak diberlakukannya PPKM Level 4 untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

"Tiga hari terakhir ini terjadi peningkatan mobilitas oleh masyarakat," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Kamis (28/7/2021).

Sambodo mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat terjadi di jalan arteri dan di 3 gerbang utama menuju Jakarta. 

"Kalau dihitung dari volume arus lalu lintas dari tiga gerbang tol utama yang menuju Jakarta, yaitu Ciliitan, Tomang, dan Halim, bahkan terjadi peningkatan sampai dengan 30 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya," jelasnya

Baca juga: PPKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan

Sambodo menyebut penyebab terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat selama 3 hari terakhir karena sebagian usaha non-esensial dan non-kritikal sudah diperbolehkan dibuka kembali.

"Bengkel, barber shop, laundry itu sudah mulai buka. Pekerja-pekerjanya berarti sudah melaksanakan mobilitas," katanya..

Selama PPKM level 4 ini berlaku, Sambodo juga memastikan pemeriksaan STRP di titik-titik penyekatan masih diberlakukan. 

"Petugasnya dengan yang melintasnya setiap hari ketemu, jadi kan dia pasti hafal ini orang punya STRP apa enggak, sehingga terlihat seperti longgar, padahal memang dari jauh dia sudah punya STRP, sudah menunjukkan dan sudah ketemu." ujarnya.

Sambodo juga mengatakan bahwa para driver ojol cukup diperiksa identitasnya saat melewati penyekatan.

"Sehingga memang di beberapa titik penyekatan sudah tidak lagi terjadi antrean walaupun volumenya tetap ada," pungkas Sambodo.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas