Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto Bicara Generasi Emas Indonesia Berkarakter Pancasila

Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto berbicara mengenai bagaimana membangun Generasi Emas Indonesia berkarakter Pancasila.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto Bicara Generasi Emas Indonesia Berkarakter Pancasila
Kanal Youtube Universitas Sebelas Maret
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sebelas Maret (UNS) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto dalam Webinar bertajuk "Mempersiapkan Generasi Emas untuk Solusi Permasalahan Bangsa" yang digelar Universitas Sebelas Maret pada Selasa (7/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sebelas Maret (UNS) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto berbicara mengenai bagaimana membangun Generasi Emas Indonesia berkarakter Pancasila.

Sebagaimana telah diketahui bersama, kata Hadi, Generasi Emas merupakan idiom yang pertama kali diperkenalkan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Mohammad Nuh pada 2012.

Istilah itu, kata Hadi yang juga mantan Panglima TNI itu, merujuk pada generasi yang akan tumbuh dan berkembang dalam satu abad kemerdekaan Republik Indonesia pada 2045 yang akan datang.

Dari tahun 2012 sampai 2035, kata dia, Indonesia memperoleh bonus demografi yaitu jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua.

Dari data yang diperoleh Badan Pusat Statistik 2011, lanjut Hadi, jumlah anak usia 0-9 tahun mencapai 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. 

Mereka, kata Hadi, adalah anak-anak kader Generasi Emas 2045.

Berita Rekomendasi

Pada 2045 mendatang, kata Hadi, mereka yang berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun dan yang berusia 10-19 tahun akan berusia 45-54 tahun. 

Mereka jugalah, kata Hadi, yang nantinya akan menjadi pemegang pemerintahan dan roda kehidupan di Indonesia.

Menurutnya peran penting Generasi Emas sangat menarik untuk dicermati karena akan menentukan dinamika bangsa dan negara.

Baca juga: Presiden Jokowi Fokus Tangani Erupsi Semeru, Bagaimana Kabar Reshuffle Kabinet Rabu Pon 8 Desember?

Pada titik inilah, kata dia, diharapkan Generasi Emas kelak akan membawa kemajuan sebagaimana yang telah dibangun dan dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar bertajuk "Mempersiapkan Generasi Emas untuk Solusi Permasalahan Bangsa" yang digelar Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (7/12/2021).

"Peran “Generasi Emas” harus mengisi kemerdekaan dengan semangat persatuan dan mencari perekat yang justru mempersatukan bangsa Indonesia dan memperkuat persatuan di tengah kemajemukan Indonesia dari berbagai aspek," kata Hadi di kanal Youtube Universitas Sebelas Maret pada Selasa (7/12/2021).

Hadi mengatakan Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan ideologi yang tidak hanya menjadi simbol, tetapi dipahami dan direalisasikan sebagai instrumen pemersatu bangsa Indonesia.

Dalam kemajemukan karakter masyarakat Indonesia, kata dia gotong royong adalah nilai fundamental bangsa ini. 

Mengutip pandangan Bung Karno, gotong royong adalah intisari Pancasila sebagai sistem nilai, sistem pengetahuan, dan sistem perilaku bersama.

Baca juga: Rumor Hadi Tjahjanto Jadi Menteri Terkait Isu Reshuffle hingga PAN Sudah Siapkan Nama

Dalam pandangan Bung Karno, kata dia Gotong royong adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari ’kekeluargaan yang menggambarkan satu usaha, satu amal, dan satu pekerjaan.

Dalam konteks itu, kata dia, peran Generasi Emas untuk berpikir dan berbuat positif, memperkuat interaksi, menjalin persahabatan, membuat makna yang lebih berarti bagi kebersamaan dan mencapai tujuan bersama.

Menurutnya, hal tersebut merupakan cara-cara praktis mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Termasuk dalam menghadapi tantangan yang sangat dinamis," kata Hadi.

Dalam memperjuangkan kemajuan sebagai perwujudan kemerdekaan, lanjut dia, Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan berarti memelihara hidup-tumbuh ke arah kemajuan, tidak boleh melanjutkan keadaan kemarin menurut alam kemarin. 

Pendidikan, lanjut dia, ialah usaha kebudayaan, berasas keadaban, yakni memajukan hidup agar mempertinggi derajat kemanusiaan.

Dalam gerak berkelanjutan ke arah kemajuan, menurut Hadi, kita harus mempertahankan warisan, baik dari masa lalu seraya mengambil unsur-unsur baru yang bisa meningkatkan mutu yang sudah ada.

Baca juga: Hadi Tjahjanto Bagikan Kisah Masa Kecil Hingga Jadi Panglima TNI Dalam Buku Mengabdi Untuk Rakyat

"Membangun kebanggaan nasional akan memperkuat semangat menyatukan bangsa yang majemuk, seperti Indonesia, dalam mewujudkan tujuan negara, termasuk dalam mewujudkan NKRI yang lebih maju, sejahtera, stabil dan dihormati pada saat usia Indonesia mencapai 100 tahun tahun 2045," kata Hadi.

Selain itu, Hadi juga menyoroti, bahwa saat ini adalah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) dimana ketidakpastian menjadi suatu kepastian atau keniscayaan.

Hal yang menjadi pokok perhatian, kata Hadi, adalah merambahnya teknologi dalam berbagai aspek kehidupan sementara teknologi tersebut terus berkembang tanpa batas. 

Penemuan satu, kata dia, dapat melahirkan beberapa penemuan lainnya dan bahkan dampak ikutan lainnya yang belum juga dimengerti kemana arahnya atau yang dikenal sebagai disrupsi.  

"Oleh karenanya, mau tidak mau generasi emas harus mampu beradaptasi dengan berbagai ketidakmenentuan tersebut," kata Hadi.

Terkait dengan hal tersebut menurutnya yang menjadi kuncinya adalah terjadinya perubahan pola pikir.  

Beberapa hal yang menurutnya perlu digaris bawahi adalah munculnya pola pikir kreatif, inovatif dan terlebih lagi adalah adaptif serta antisipatif terhadap disrupsi. 

"Kita tidak boleh lagi mengandalkan business as usual melainkan terus berupaya menemukan cara-cara baru untuk menjadi lebih efektif dan efisien," kata Hadi.

Baca juga: Masuki Masa Pensiun, Marsekal Hadi Akan Momong Cucu dan Pulang Kampung ke Malang

Selain itu, lanjut dia, Generasi Emas Indonesia tidak boleh lepas dari kepribadian Indonesia itu sendiri.

Menurutnya Generasi Emas bisa ada, namun tanpa dilandasi Pancasila maka Generasi Emas tersebut itu bukan lagi Generasi Emas Indonesia

Melalui kristalisasi nilai-nilai Pancasila yang dilakukan semenjak dini dan saat ini, ia optimis bahwa berbagai disrupsi teknologi seperti internet of things, cloud computing dan bahkan crypto currency serta entah apa lagi kedepannya akan selalu dapat dijadikan peluang oleh generasi penerus Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas di 2045.

"Singkatnya, knowledge is power but character is more dan untuk itu marilah bangun Generasi Emas untuk Indonesia yang berkarakter Pancasila," kata Hadi.

Ia juga menyampaikan bahwa lahirnya Generasi Emas bukan semata-mata tanggung jawab Pemerintah. 

Menurutnya Generasi Emas adalah masa depan kita semua dan karenanya kita semua yang mesti berupaya semampunya untuk mewujudkannya. 

Salah satunya yang mungkin dapat dijadikan ide atau gagasan, kata dia adalah dengan membangun sekolah-sekolah unggulan.  

Melalui sekolah unggulan yang dikelola secara ikhlas dan profesional, kata dia, kita akan mampu menemukan bibit-bibit unggul untuk menjadi pelopor generasi emas Indonesia di masa yang akan datang.  

"Kenapa saya katakan, harus ikhlas? Karena investasi dalam bidang pendidikan, apalagi yang sifatnya non-profit, merupakan investasi strategis berjangka panjang," kata Hadi.

Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto Serahkan Panji TNI Tri Dharma Eka Karma Kepada Jenderal Andika Perkasa

Menurutnya bukan tidak mungkin, umur kita tidak cukup untuk melihat hasil nyatanya, apalagi menikmati hasilnya.  

"Namun demikian, percayalah bahwa semua amal ibadah akan selalu diperhitungkan oleh Tuhan Yang Maha Esa," kata Hadi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
asd
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
Â
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • subtitles off, selected
      © 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
      Atas