Tribun

Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Jarak Jauh di Kota Tangerang Fleksibel, Menyesuaikan Kondisi Kasus Harian Covid-19

Penerapan PJJ bagi seluruh TK, SD, dan SMP tersebut diterapkan secara fleksibel, menyesuaikan kondisi kasus harian Covid-19.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Pembelajaran Jarak Jauh di Kota Tangerang Fleksibel, Menyesuaikan Kondisi Kasus Harian Covid-19
Kemenkes
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19 di Paru-paru 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -- Dinas Pendidikan Kota Tangerang tidak menentukan batas waktu terkait penghentian pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah Kota Tangerang,

Diketahui kini Kota Tangerang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah di tengah melonjaknya Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan, penerapan PJJ bagi seluruh TK, SD, dan SMP tersebut diterapkan secara fleksibel, menyesuaikan kondisi kasus harian Covid-19.

"Penerapan PJJ ini fleksibel aja ya, artinya enggak terlalu kaku dengan aturan yang ada gitu. Jadi nanti kalau sewaktu-waktu kasus Covid-19 sudah turun, ya kita langsung masuk minggu depannya," ujar Jamaluddin saat, Sabtu (29/1/2022).

Baca juga: Depok dan DKI Masih PTM 100 Persen, Begini Kondisi Sekolah di Tengah Ganasnya Covid-19

Baca juga: Kapasitas RS Rujukan Covid Makin Menipis, Tersisa 46 Persen, Wagub DKI Minta Warga Jangan Lengah   

Baca juga: Satu Keluarga di Cipondoh Tangerang Positif Covid-19, Hasil Tracing: 3 Tetangganya Juga Tertular 

Kemudian Jamaluddin juga mengungkapkan, penyebab diberhentikannya penerapan PTM di sekolah tersebut, lantaran terdapat enam sekolah yang positivity rate tes Covid-19 berada di atas lima persen.

Hal tersebut diketahui, usai Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggelar tracing secara acak di berbagai jenjang pendidikan tersebut.

"Iya sebelumnya memang ada ditemukan kasus Covid-19 di 4 sampai 6 sekolah di Kota Tangerang yang positifity rate mereka di atas 5 persen, saat ditracing oleh pihak Dinkes," kata dia.

"Sekolah tersebut dari berbagai jenjang, ada yang SMP dan juga SD," sambungnya.

Baca juga: Nekat ke Arab Saudi demi Formula E, Komisi B Bakal Panggil Jakpro 

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran di Tebet Melahap Empat Rumah dan Renggut Tiga Korban Jiwa

Selain itu, kasus harian Covid-19 di Kota Tangerang yang terus meningkat pesat dalam dua pekan terakhir, juga menjadi penyebab lain yang membuat gelaran PTM ditutup.

Diketahui saat ini, kasus harian Covid-19 di Kota Tangerang menembus angka 400 kasus dalam satu hari.

Kemudian, lima warga Kota Tangerang juga telah terkonfirmasi kasus Omicron pada pekan lalu.

Dua hal tersebutlah disebut Jamal, menjadi penyebab ditutupnya sistem PTM di Kota Tangerang.

Pasalnya, ia mengkhawatirkan gelaran PTM justru menjadi penyebab timbulnya klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Selain karena ada sekolah yang positiviti ratenya di atas 5 persen, kita menutup PTM juga karena kasus Covid-19 yang tinggi saat ini, karena sekarang sudah mencapai 400 kasus dalam sehari," kata dia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas