42 Tahun Jadi Sopir Bus AKAP, Parmin Mampu Sekolahkan Tiga Anaknya hingga Sarjana
Kisah Parmin yang 42 tahun jadi sopir bus AKAP, berhasil menghidupi istri dan lima anaknya bahkan ada tiga anaknya yang sudah lulus sarjana.
Editor: Theresia Felisiani
Laporan Wartawan Tribunnews.com Aunur Rahman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belasan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terparkir di terminal Kalideres, Jakarta Barat.
Hawa panas semakin terasa saat deretan bus yang menyalakan mesinnya bersiap mengantarkan ratusan pemudik pergi ke kampung halaman.
H+3 Lebaran memasuki arus balik adanya anomali pemudik, membuat deretan bus yang terparkir bersiap mengantar pemudik.
Baca juga: Libur Lebaran 2022, Tukang Bakso dan Gerobaknya sampai Pengendara Motor Nyasar Masuk Jalan Tol
Baca juga: Mobil Bak Terbuka Angkut Puluhan Santri Usai Ziarah Senggolan dengan Truk dan Hantam Tembok di Bogor
Satu di antara belasan bus yang terparkir, terlihat bus AKAP warna hijau terparkir dan hampir penuh penumpang.
Seorang pria duduk di belakang kemudi bus AKAP memanggil keneknya dan bertanya kesiapan mengantar puluhan pemudik.
"Sudah selesai persiapan berangkat atau belum ?," tanya sopir ke keneknya dan saat ditemui wartawan tribunnews.com ia tengah bersiap menyalakan mesin bus.
Dia pun memperkenalkan diri. Parmin katanya. Ia berusia 58 tahun.
Parmin merupakan seorang sopir bus AKAP yang tengah menunggu penumpang di terminal Kalideres, Jakarta Barat.
Baca juga: Detik-detik Ustaz Qomar 2 Kali Tegur Rombongan Pemuda Main Petasan di Kuburan hingga Dikeroyok
Baca juga: Sopir Angkot di Bogor Cari Penumpang hingga Pingsan demi Wujudkan Keinginan Anaknya Mudik Lebaran
Baca juga: Sopir Angkot di Bogor yang Pingsan Ditolong Polisi ke RS Ternyata Alami Serangan Jantung
Mengenakan kaos berkerah, Parmin tengah mempersiapkan busnya berangkat ke Solo.
Parmin mengaku sudah 42 tahun bekerja sebagai sopir bus, demi menghidupi istri dan lima anaknya, bahkan menyekolahkan mereka hingga tiga di antara lima anaknya lulus sarjana di universitas sekitar Jawa Tengah.
"Saya bekerja sebagai sopir bus sudah 42 tahun sejak 1980, penghasilan cukup untuk kebutuhan sehari-hari bahkan menyekolahkan anak hingga tiga orang lulus sarjana," ujar pria asal Sragen, Jawa Tengah, Jumat (6/5/2022) sore.
Ia juga mengatakan, dulu mengenyam pendidikan formal sampai Sekolah Dasar (SD), bahkan tidak lulus SD sehingga bekerja sebagai sopir mobil pick up daerah Sragen.
Parmin mengangkut barang menggunakan mobil pick up seperti kayu, besi, genteng dan bahan-bahan material bangunan lainnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.