Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Respons Masyarakat Sikapi Wacana Kenaikan Tarif KRL Commuterline

Diketahui, KRL Commuterline merencanakan kenaikan tarif menjadi Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 3.000 untuk perjalanan 25 kilometer pertama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Respons Masyarakat Sikapi Wacana Kenaikan Tarif KRL Commuterline
Tribunnews.com/ Naufal Lanten
Penumpang KRL Commuterline sedang mengantre di stasiun. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana kenaikan tarif perjalanan KRL Commuterline menuai pro-kontra.

Diketahui, KRL Commuterline merencanakan kenaikan tarif menjadi Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 3.000 untuk perjalanan 25 kilometer pertama.

Banyak penumpang menolak wacana kenaikan tarif ini.

Tapi ada pula yang setuju tarif KRL Commuterline naik sebesar Rp 2.000.

Seorang penumpang, Tiara Septi setuju atas wacana kenaikan tarif KRL Commuterline.

Wanita yang sehari-hari berdagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat ini mengaku tidak masalah jika tarif awal KRL naik 40 persen

Rekomendasi Untuk Anda

“Setuju aja kalau naik dua ribu,” katanya saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2022) sore.

Kendati setuju, Septi berharap KRL Commuterline menyediakan lebih banyak tempat duduk, baik di rangkaian kereta maupun stasiun.

“Enggak apa-apa naik harganya, tapi disediain tempat duduk yang banyak,” ucap wanita berusia 19 tahun tahun tersebut.

“Jarang dapet tempat duduk. Ya kadang-kadang suka dikasih (gantian dengan penumpang lain), tapi lebih sering enggak dikasih,” lanjut dia.

Baca juga: KAI Commuter: Kenaikan Tarif Tiket KRL Jabodetabek Masih Belum Dipastikan

Serupa dengan Tiara, seorang lain yang tidak ingin disebutkan namanya juga setuju.

Seorang karyawan ini setuju dengan wacana kenaikan tarif KRL.

Menurut dia, kenaikan dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 masih dalam batas wajar.

“Enggak apa-apa sih, karena kalau dibandingkan, tidak lebih mahal dari transportasi lain,” ucapnya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas