Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kata Anies soal Fenomena SCBD, Tanggapi dengan Guyonan hingga Beri Pesan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi fenomena remaja Citayam dan Bojonggede yang nongkrong di kawasan Sudirman atau dikenal dengan nama SCBD

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Kata Anies soal Fenomena SCBD, Tanggapi dengan Guyonan hingga Beri Pesan
Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi fenomena remaja Citayam dan Bojonggede yang nongkrong di kawasan Sudirman atau dikenal dengan nama SCBD 

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena munculnya remaja Citayam dan Bojong Gede yang berkumpul dan menghabiskan waktu di kawasan Sudirman, Jakarta, memunculkan istilah 'SCBD'.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun memberi tanggapan akan hal tersebut. 

Ia mengaku baru mendengar istilah yang ternyata adalah sebuah singkatan. 

SCBD ramai di media sosial diplesetkan menjadi singkatan dari Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok. 

Namun sebenarnya istilah SCBD adalah kependekan dari Sudirman Central Business District.

Anies merespons fenomena tersebut dengan gurauan, ia menyebut perlu adanya forum lanjutan mengenai hal ini. 

Baca juga: Terowongan Kendal Magnet ABG Citayam Nongkrong di DKI, Pedagang Starling dan Anies Baswedan Bereaksi

Tanggapan tersebut ia unggah di laman Instagram pribadinya, Kamis (7/7/2022). 

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita perlu FGD (Forum Group Discussion) khusus soal ini. Soal SCBD," gurau Anies. 

Lanjut Anies mengatakan tidak keberatan jika banyak remaja yang nongkrong di kawasan Sudirman. 

Fenomena itu justru merupakan bukti bahwa Jakarta adalah kota yang inklusif bagi semua kalangan. 

"Siapa saja silahkan datang. Saya mengistilahkan demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman," kata Anies.

Baca juga: Kawasan Sudirman-Thamrin, Kemang hingga SCBD Ditutup Tiap Pukul 00.00 WIB

Anies menjelaskan, awalnya daerah tersebut hanya dipadati oleh para pekerja saja. 

Namun, setelah dibangun trotoar yang lebih lebar, daerah tersebut kini menarik perhatian warga lainnya.

"Jadi tempat ini menjadi tempat ruang ketiga yang menyetarakan." 

"Seluruh warga Jabodetabek bisa menikmati jalan dengan pemandangan gedung-gedung tinggi, satu-satunya di Republik ini."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas