Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Polisi Tembak Warga di Exit Tol Bintaro, Istri Korban: Penjahat Kenapa Dilindungi

Keluarga Poltak Pasaribu, korban penembakan yang dilakukan anggota polisi Ipda OS di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, mendatangi Polda Metro Jaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kasus Polisi Tembak Warga di Exit Tol Bintaro, Istri Korban: Penjahat Kenapa Dilindungi
Tribunnews.com/ Fersianus Waku
Keluarga dari Poltak Pasaribu, korban penembakan yang dilakukan Ipda OS di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/11/2021) silam mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (27/7/2022). 

Padahal, keluarga korban tidak pernah dipanggil dalam persidangan.

"Tiba-tiba ada putusan tanpa ada pemanggilan. Sekarang ini sudah ada putusan dalam putusan ini jelas pelaku itu telah divonis," ujarnya.

Sebagai informasi, kasus penembakan terhadap warga sipil ini terjadi di gerbang tol Bintaro, Jumat (26/11/2021).

Adapun pelaku penembakan adalah Ipda OS.

Ia bertugas sebagai polisi lalu lintas di unit patroli jalan raya (PJR) Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, peristiwa itu bermula dari laporan seorang pria berinisial O yang menghubungi Ipda OS karena merasa dibuntuti seseorang sejak di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pria yang menguntit O diketahui mengaku berprofesi sebagai wartawan yang sedang melakukan liputan investigasi karena menduga seorang pejabat DKI membawa wanita ke hotel tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

O akhirnya diarahkan Ipda OS untuk berkendara menuju Kantor Sat PJR 4 yang berlokasi di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Sesampainya di lokasi tersebut, O sempat terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Ayla yang menbuntutinya yang berisikan 4 orang penumpang.

Ipda OS sempat melepaskan tiga tembakan, tembakan pertama sebagai peringatan, sementara yang kedua dan ketiga diarahkan kepada 2 korban yakni PP dan MA.

Kedua korban ditembak karena diduga hendak menabrakan mobil ke Ipda OS.

Keduanya sempat dilarikan ke RS Pelni Jakarta Pusat untuk mendapatkan perawatan.

Namun, nyawa seorang korban, PP, tak tertolong dan meninggal dunia.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas