Tribun

BBM Bersubsidi

Massa Demo BEM SI Tolak Kenaikan Tarif BBM Mulai Runtuhkan Pertahanan Berlapis Kepolisian

(BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang berdemo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai menggeser barisan pertahanan keamanan

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Massa Demo BEM SI Tolak Kenaikan Tarif BBM Mulai Runtuhkan Pertahanan Berlapis Kepolisian
Ist
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang berdemo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kamis (14/9/2022) mulai menggeser barisan pertahanan keamanan yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian di kawasan Patung Kuda, Monas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang berdemo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai menggeser barisan pertahanan keamanan yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian.

Masifnya demo setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tarif BBM membuat barisan pertahanan keamanan diperketat pihak kepolisian.

Namun, pertahanan berlapis yang terdiri dari kawat berduri dan beton pembatas jalan yang telah disiapkan pihak kepolisian mulai coba disingkirkan oleh massa mahasiswa. 

Massa mulai saling berkoordinasi dan perlahan-lahan lapis demi lapis pertahanan mulai disingkirkan. Hingga saat ini lapisan terakhir pertahanan kawat berduri masih coba disingkirkan oleh massa. 

Massa dari aliansi BEM SI mulai datang ke kawasan Patung Kuda, Monas, Kamis (15/9/2022) sekira pukul 13.00 WIB. Aksi kali ini merupakan dalam rangka menolak kenaikan tarif BBM.  

Ada tiga poin tuntutan dan desakan yang dibawa oleh BEM SI, yaitu menuntut dan mendesak pemerintah untuk mencabut keputusan terkait kenaikan BBM.

Kemudian menuntut dan mendesak pemerintah Menunda proyek strategis nasional yang tidak
berdampak langsung kepada masyarakat dan mengalihkan anggaran ke subsidi BBM.

Serta, menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM
Bersubsidi secara tegas.

Baca juga: Demo Tolak BBM Naik, BEM SI Tiba di Patung Kuda

Hingga saat ini BEM SI melihat Presiden Joko Widodo masih belum mau menemui massa aksi dalam setiap demo yang ada, sehingga tuntutan tidak tersampaikan dengan baik. 

Dengan keadaan yang demikian, Aliansi BEM SI memberikan ultimatum kepada pihak Pemerintah selama 7x24 jam di mulai sejak tanggal 8 September 2022 untuk memenuhi tuntutan tersebut.

"Jika tidak dipenuhi maka Aliansi BEM SI akan kembali turun aksi dengan massa yang lebih banyak lagi. Maka dari itu, untuk menindak lanjuti ultimatum tersebut dan memperjuangkan tuntutan rakyat, ujar Koordinator BEM SI Luthfi Yufrizal.

 
 

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas