Penemuan 4 Mayat 1 Keluarga Membusuk: Tak Ada Sisa Makanan di Lambung, Diduga Tak Makan Cukup Lama
4 mayat yang merupakan 1 keluarga ditemukan tewas membusuk di dalam rumah di kawasan Kalideres.
Penulis: Miftah Salis
Editor: Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Empat mayat yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas membusuk di dalam rumah di kawasan Kalideres.
Berdasarkan hasil autopsi, tak ada sisa makanan di lambung 4 jenazah tersebut.
Mereka diduga tak makan dan minum dalam waktu yang cukup lama.
Warga Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat dihebohkan dengan penemuan 4 mayat di dalam sebuah rumah pada Kamis (10/11/2022).
Empat mayat tersebut terdiri dari pasangan suami dan istri yakni RG (71) dan RM (58), anak berinisial DF (42), serta adik ipar yakni BG (68).
Keempatnya ditemukan tewas membusuk di kamar, ruang tengah, dan kamar belakang.
Hasil autopsi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati menunjukkan, tak ada sisa makanan pada organ dalam satu keluarga tersebut.
Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengungkap keempat korban diduga tak makan selama beberapa waktu.
"Kalau di lambungnya tidak ditemukan sisa makanan, artinya mungkin dia tidak makan dalam dua hari atau berapa hari gitu," kata Syafri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (11/11/2022), mengutip Tribun Jakarta.
Hal senada juga dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce.
Diduga keempat korban tidak makan dan tidak minum dalam waktu yang cukup lama.
Hal ini juga terbukti dari otot-otot para korban yang sudah mengecil.
"Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil," katanya, Jumat (11/11/2022), seperti diberitakan Tribunnews sebelumnya.
Pasma menambahkan, keempat korban meninggal sejak tiga minggu lalu pada waktu yang tidak bersamaan.
"Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda," tambahnya.
Dari hasil penyelidikan polisi, tak ditemukan adanya bercak darah di lokasi penemuan mayat.
Tim dokter forensik juga tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban.
Sementara kondisi rumah atau tempat penemuan mayat dalam keadaan rapi.
Penemuan keempat mayat tersebut bermula saat warga mencium aroma bau busuk sejak sepekan lalu.
Pada Rabu (9/11/2022), petugas PLN mengadakan pemutusan listrik di rumah tersebut karena adanya tunggakan.
Petugas PLN tersebut mencium bau menyengat di rumah tersebut hinggak akhirnya melapor ke warga.
Ketua RT 7 RW 15, Asiong, bercerita bahwa pengurus RT bersama warga akhirnya mendobrak pagar rumah keluarga RG.
Saat itu pagar dan pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam.
Pada Kamis (10/11/2022) pukul 18.00 WIB, Asiong akhirnya mendobrak pagar rumah disaksikan petugas keamanan beserta staf pengurus wilayah.
Rumah tersebut berada dalam kondisi gelap.
Asiong lalu membuka jendela ruang tamu dan menyenter ruangan.
Seteleh menyorot, ia melihat mayat D di dalam ruangan tersebut.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kalideres.
Polisi kemudian datang dan mendobrak pintu ruang tamu.
Tak disangka, ternyata ditemukan lebih banyak mayat di rumah tersebut.
Asiong melihat kondisi mayat dalam keadaan mengenaskan.
"Ada yang kondisi jenazah kering dan basah. Yang masih agak utuh itu Dian dengan ayahnya," katanya, mengutip Kompas.com.
(Tribunnews.com/Salis/Abdi Ryanda Shakti, Kompas.com/Mita Amalia Hapsari, Tribun Jakarta/Bima Putra)