Polisi Selidiki Keluhan Sakit Tenggorokan Sebelum Kematian Hamka Rusdi
Berdasarkan hasil pengecekan ponsel Hamka Rusdi oleh polisi, Hamka Rusdi sempat mengeluh sakit kepada keluarganya.
Editor: Choirul Arifin
Ia memastikan bercak darah tersebut bukan berasal dari tubuh istrinya Hamka. "Bukan dari luka istrinya," kata Gidion.
Kini polisi sedang mendalami bercak darah pada tubuh istri Hamka. "Kita menunggul hasil forensik. Kita juga uji DNA," katanya.
Selain itu, kondisi anak pertama Hamka terdapat lebam. "Ada luka di bagian wajah dan kening," katanya. Polisi juga mendalam penyebab lebam pada tubuh anak pertama Hamka Rusdi. "Itu yang harus kita uji forensik," kata Gidion.
Baca juga: Kasus Ayah dan Anak Tewas di Koja: Waktu Kematian, Keluhan Hamka, hingga Luka Lebam pada Bayinya
Seperti Mayat Hidup
Seorang warga yang pertama kali menemukan jasad ayah dan anak di Koja, Bambang merinci kondisi istri dan anak pertamanya, Ad (4)
Bambang bercerita, saat pertama kali ditemukan NFH, istri Hamka sedang duduk di sofa ruang tamu dalam kondisi lemas. "Udah kurus," kata Bambang dikutip dari Tribun Jakarta.
Bambang bahkan menggambarkan kondisi istri Hamka Rusdi seperti mayat hidup karena saking kurusnya. "Kurus, kayak mayat hidup. Saya sampai nyebut Astagfirullahaladzim," kata Bambang.
Hasil Autopsi
Hasil autopsi jasad Hamka Rusdi oleh dokter RS Polri Kramat Jati didapati informasi bahwa Hamka Rusdi diperkirakan sudah meninggal 10 hari sebelumnya.
"Hasil otopsi yang baru bisa kami sampaikan hari ini hanya menyebutkan usia kematian," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Senin (30/10/2023). "Usia kematian dari korban bapak-bapak tadi adalah, usia kematiannya sekitar 10 hari ke atas," sebut Gidion.
Berdasarkan hasil otopsi sementara, anak bungsu Hamka, yang juga ditemukan tewas bersama ayahnya itu, sudah meninggal dunia selama 3 hari. "Jadi, ada perbedaan usia kematian," lanjut Gidion.
Dokter forensik menemukan ada darah di sekitar jasadnya tapi tidak ditemukan luka terbuka. "Ini kemudian kita harus lakukan uji forensik yang lain, adalah histopathologi forensik, kemudian toksikologi forensik," ungkap Gidion.
Laporan reporter Sanjaya Ardhi | Sumber: Tribunnews Bogor