Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prof Bambang Tekankan Bahwa Agama Mendorong Masyarakat Dalam Pemilu Yang Damai Dan Bermartabat.

Di tengah maraknya propaganda perpecahan di ruang digital, penting untuk kembali merefleksikan nilai-nilai keagamaan dalam membangun persatuan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Prof Bambang Tekankan Bahwa Agama Mendorong Masyarakat Dalam Pemilu Yang Damai Dan Bermartabat.
Dok. pribadi
Prof. Dr. Bambang Qomaruzzaman, M.Ag., Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Dirinyapun mengajak masyarakat Indonesia secara luas untuk ber-muhasabah. Apakah pihak yang terlibat telah mempertimbangkan hadirnya perdamaian dan kerukunan sebelum mengajak orang lain mengikuti pilihan kita? Apakah kampanye yang dilakukan menciptakan konflik horizontal atau tidak?

"Setelah pemilu, kita masih butuh saudara, teman-teman, dan para tetangga. Jika mereka terluka karena pilihan kita, maka hidup akan terasa sempit dan penuh konflik," ujarnya.

Prof. Bambang berharap Pemilu 2024 dapat berjalan dengan damai dan sukses. Perlu diingat setelah semua proses Pemilu 2024 ini dilalui oleh rakyat Indonesia, mereka harus melanjutkan kehidupannya seperti sedia kala. 

"Beda pilihan itu pasti, karena likulli wijhatun huwa mawliha (setiap umat mempunyai kiblat pilihannya masing-masing yang dia menghadap kepadanya), jadi perbedaan pilihan itu pasti. Namun kita harus menjadikan perbedaan kiblat pilihan sebagai ajang fastabiqul khairat (berusaha menjadi yang pertama dalam setiap kebaikan)," harapnya.

Dirinya berpesan agar umat beragama harus menjadikan damai atas nama Tuhan sebagai sangkan-paraning dumadi (agar seseorang dapat mengenali dirinya sendiri). Penyelenggara harus menciptakan suasana damai, tidak melakukan tindakan yang dapat memancing kecurigaan. 

“Para paslon capres-cawapres harus tampil sebagai sosok penuh kedamaian, karena ucapan dan perilakunya dapat menginspirasi para pendukungnya. Paslon yang ucapan dan perilakunya memancing kedamaian, dialah yang memenangkan fastabiqul khairat," jelas Prof. Bambang.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas