Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta Mahasiswa STIP Cilincing Tewas di Kampusnya: Diduga Dianiaya Senior, Ada Luka Lebam

Berikut fakta tewasnya mahasiswa STIP Cilincing di kampusnya di mana diduga penyebabnya lantaran dianiaya senior.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fakta Mahasiswa STIP Cilincing Tewas di Kampusnya: Diduga Dianiaya Senior, Ada Luka Lebam
TribunStyle.com - Tribunnews.com
Berikut fakta tewasnya mahasiswa STIP Cilincing di kampusnya di mana diduga penyebabnya lantaran dianiaya senior. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara berinisial P (19) ditemukan tewas di kampusnya pada Jumat (3/5/2024).

Kabar ini dibenarkan oleh Kapolsek Cilincing, Kompol Fernando Saharta Saragi.

"Ya, benar (ada mahasiswa meninggal)," kata Fernando.

Fernando menuturkan, polisi telah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di STIP Cilincing.

"Kita sedang melakukan olah TKP nih," katanya.

Kini, jenazah mahasiswa tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penyelidikan lebih lanjut.

Diduga Dianiaya Senior, Tubuh Korban Terekam CCTV Dibawa ke Klinik Kampus

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari Tribun Jakarta, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan menuturkan penyebab P tewas diduga lantaran dianiaya.

Sosok yang diduga menganiaya P adalah seniornya yang merupakan mahasiswa tingkat 2 STIP Cilincing.

Baca juga: Mahasiswa STIP Diduga Dianiaya Hingga Tewas di Kamar Mandi, Kapolres: Bukan Kegiatan Resmi

Gidion mengatakan penganiayaan diduga dilakukan di toilet pria yang berada di dekat salah satu kelas.

Lalu, dia menyebut usai diduga dianiaya, tubuh P dikatakan olehnya terekam CCTV dibopong ke klinik.

"Saya rasa CCTV cukup clear untuk menceritakan rangkaian peristiwa itu, karena kegiatan ada di kamar mandi, ini kegiatan yang memang tidak dilakukan secara resmi oleh lembaga, ini kegiatan perorangan mereka, jadi tidak dilakukan secara terstruktur ataupun kurikulum ya," jelasnya.

Namun, sesampainya di klinik, Gidion menuturkan bahwa P dinyatakan meninggal dunia.

"Pada saat diperiksa oleh klinik kesehatan sekolah setempat sudah tidak dalam kondisi tidak bernadi."

"Nadinya sudah berhenti dan mungkin tanda-tanda hilangnya nyawa," katanya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas