Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejamnya Pasutri Bunuh Anak di Bekasi: Korban Dipukul hingga Ditampar

Kejamnya pasutri AZR (19) dan SD (22) yang membunuh anaknya berinisial RMR (4) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kejamnya Pasutri Bunuh Anak di Bekasi: Korban Dipukul hingga Ditampar
Tribunnews.com/Reynas Abdila
Tersangka AZR dan SD, orang tua yang membunuh anaknya inisial RMR (4) di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, ditampilkan pada konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/1/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - Bocah gelandangan berinisial RMR (4) dibunuh orang tuanya, AZR (19) dan SD (22), di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kronologi kasus ini diungkapkan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra.

Menurut Wira, peristiwa itu berawal pada 5 Januari 2025 sekitar pukul 21.30 WIB. 

Saat itu korban muntah-muntah di teras minimarket tempat para tersangka biasa mengemis.

“Kemudian ayah korban dan ibu korban ditegur oleh salah satu karyawan minimarket dan dimintai pertanggungjawaban,” kata Wira saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2025).

Karyawan di minimarket lantas meminta tersangka membersihkan muntahan dari korban.

Mereka juga kena tegur. Jika kejadian terulang, maka mereka dilarang untuk mengemis di depan minimarket.

Rekomendasi Untuk Anda

Merasa malu, tersangka lantas membawa korban ke tempat istirahatnya di sekitar ruko kosong yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).

Di sana, AZR dan SD mengeroyok serta menganiaya korban.

“Ayah korban melakukan pemukulan kebagian dada korban, wajah/kepala, membentur rolling door hingga menampar pipi korban,” ucapnya.

Sementara itu, ibu kandung korban melakukan pemukulan dengan cara menampar pada bagian mulut hingga mencubit paha korban.

Baca juga: Terungkap Orangtua Pembunuh Anak di Tambun Bekasi Sempat ‘Ngelem’ Sebelum Lakukan Penganiayaan

Sebelumnya, korban sering mendapatkan kekerasan dari para tersangka.

Pasalnya, RMR sering buang air besar di celana dan tak pernah memberitahukan kepada tersangka meski sudah diingatkan berkali-kali.
 
Setelah dianiaya orang tuanya, korban mengalami sesak napas dalam posisi duduk.

AZR kemudian meminta SD untuk membelikan minyak kayu putih sembari berharap korban membaik keesokan harinya.

Namun, setelah tersangka terbangun dari tidur, mereka mendapati korban sudah tak bernapas serta badannya membeku.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas