Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Pria Jakut yang Aniaya Anak Pacarnya: Dikenal Temperamental, Emosinya Meledak-ledak

Sosok EC (29), pria di Penjaringan, Jakarta Utara yang menganiaya dan menyekap dua balita berinisial M (3) dan adiknya E (2).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sosok Pria Jakut yang Aniaya Anak Pacarnya: Dikenal Temperamental, Emosinya Meledak-ledak
Tribun Pekanbaru
ILUSTRASI KEKERASAN - Dua balita berinisial M (3) dan adiknya E (2) menjadi korban penyekapan oleh pria berinisial EC (29) di Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaku dikenal sebagai sosok yang temperamental. 

TRIBUNNEWS.COM - Dua balita berinisial M (3) dan adiknya E (2) menjadi korban penyekapan oleh pria berinisial EC (29) di Penjaringan, Jakarta Utara.

EC merupakan pacar dari ibu kandung korban. 

Dilansir Tribun Jakarta, berdasarkan penuturan ibu korban, EC tega menganiaya kedua anaknya hanya karena masalah sepele.

Selain itu, pelaku juga dikenal sebagai seorang pria yang temperamental.

Amarah EC kerap meledak-ledak tanpa sebab yang pasti.

Ibu korban menyebut, pelaku sering kali memukul kedua balitanya karena mereka buang air di kasur.

Selain itu, masalah sepele lainnya yang sebenarnya umum dilakukan anak-anak juga memicu amarah pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

"Misalnya anak saya kalau ditanya nggak mau ngomong, digampar itu sama pelaku. Jadi hanya karena itu," ucapnya saat ditemui di kos-kosan tempat tinggalnya di Penjaringan, Rabu (9/4/2025).

Ibu korban mengaku sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan pelaku yang juga seorang duda sejak tahun 2023 lalu.

Selama ini, dirinya mengenal EC sebagai sosok temperamental, bukan hanya dengan kedua anaknya.

Ibu korban mengaku, EC juga memukulinya sepanjang mereka berdua tinggal bersama selama dua tahun.

Baca juga: Kronologis 2 Balita di Jakarta Utara Dianiaya dan Disekap: Pelaku Pacar Ibu Korban, Ini Pemicunya

"Emang sifatnya temperamen juga, jadi nggak bisa memprediksi, kalau misalnya yang menurut dia ibaratnya cuman salah kecil aja, kalau memang dia emosinya mau meledak dia bakal meledak." 

"Pernah saya dipukul pakai gagang koper, ada besinya juga," ucapnya.

Kronologi Kejadian

Penyiksaan berujung penyekapan yang berulang itu terjadi di dalam kamar kos di Kelurahan Pejagalan, Penjaringan.

Ibu korban mengatakan, terakhir kali EC melakukan penganiayaan pada Jumat (4/4/2025) lalu.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas