Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolda Metro Irjen Karyoto Tidak Akan Pandang Bulu Berantas Premanisme

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan operasi siaga antipremanisme akan berlangsung mulai hari ini hingga 15 hari ke depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Erik S
zoom-in Kapolda Metro Irjen Karyoto Tidak Akan Pandang Bulu Berantas Premanisme
Tribunnews/Reynas
BERANTAS PREMANISME - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan operasi Berantas Jaya 2025 akan berlangsung mulai hari ini hingga 15 hari ke depan. Hal itu disampaikan saat apel siaga anti premanisme di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menggelar apel siaga anti premanisme Berantas Jaya 2025 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan operasi akan berlangsung mulai hari ini hingga 15 hari ke depan.

Lewat operasi anti premanisme, diharapkan situasi Kamtibmas dan iklim investasi di Jakarta dan sekitarnya dapat terjaga.

Baca juga: Resah Aksi Premanisme Berkedok Ormas, Prabowo Telah Koordinasi dengan Jaksa Agung dan Kapolri

"Situasi Kamtibmas yang kondusif dapat menciptakan iklim investasi yang stabil di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Karyoto.

Dia memastikan operasi akan dilakukan melalui pendekatan hukum yang terukur serta didukung oleh data intelejen yang akurat.

Kapolda menegaskan tidak akan pandang bulu siapa pun yang terlibat dalam aksi premanisme bakal ditindak secara tegas.

"Operasi antipremanisme dilaksanakan dengan target utama untuk memastikan seluruh pelaku tindak pidana yang tergolong dalam aksi premanisme baik yang dilakukan perseorangan maupun kelompok diberikan sanksi hukum tanpa toleransi ataupun pengecualian," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Operasi Berantas Jaya 2025 juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparatur penegak hukum.

Irjen Karyoto berkomitmen menumpas segala bentuk premanisme di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Jadikan momentum operasi ini sebagai kesempatan untuk menyembuhkan kembali kepercayaan publik terhadap aparatur keamanan," ucap dia.

Baca juga: Premanisme Ormas Disebut Bukan Hanya Tanggung Jawab Polri

Adapun operasi ini bakal melibatkan 999 personel gabungan dari unsur Kepolisian, TNI hingga Satpol PP. 

Semua unsur yang terlibat harus bahu membahu memberantas premanisme.

"Seluruh personel untuk senantiasa mengutamakan keselamatan diri dalam menjalankan tugas operasi ini," ucapnya.

Selain itu Karyoto menyoroti kasus tawuran yang meningkat pada April 2025. 

Tanpa disadari tawuran dapat menjadi bibit dari aksi premanisme di masa depan dan menganggu situasi Kamtibmas. 

Baca juga: Polri Klaim Tangani 3.326 Kasus Premanisme, Tak Akan Ampuni Aksi Intimidasi Berkedok Ormas

"Cikal bakal serta bibit aksi premanisme yang dapat berkembang di masa depan," ucap dia.

Aksi premanisme yang meresahkan serta kerap dirasakan masyarakat di antaranya parkir liar hingga pemalakan yang dilakukan terhadap sejumlah perusahaan. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas