Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gubernur Pramono Anung Merenung di Pinggir Kali Ciliwung: Banjir Kadang Tak Bisa Dilawan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Tanggul Inspeksi Kali Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Gubernur Pramono Anung Merenung di Pinggir Kali Ciliwung: Banjir Kadang Tak Bisa Dilawan
Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
PANTAU BANJIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau Pengerukan Kali Irigasi Bekasi Tengah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025) pagi. Mengaku begadang untuk pantau banjir sejak Minggu malam 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Tanggul Inspeksi Kali Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025).

Di tempat itu dia juga menggelar apel kesiapsiagaan banjir bersama para petugas PPSU.

Pada kesempatan itu, Pramono mengaku sulit mencegah banjir yang terjadi di Ibu Kota.

"Setelah saya merenung, banjir itu terkadang memang tidak bisa dilawan," kata Pramono.

Politisi PDIP ini menyampaikan pandangan itu setelah banjir melanda sejumlah titik di Jakarta sejak Minggu (6/7/2025) lalu hingga hari ini.

Hingga pagi tadi sebanyak 45 RT di Jakarta yang masih terendam banjir.

Rekomendasi Untuk Anda

Pramono berujar saat ini banjir harus diterima sebagai kenyataan yang ada di Jakarta.

Kata dia Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah mengambil siasat agar banjir tidak berdampak negatif terhadap warga.

"Bagaimana caranya supaya dampak dari banjir itu tidak ke mana-mana, tidak meluas, tidak memakan korban," ujar Pramono.

Pramono menyebutkan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap banjir kali ini.

Salah satu penyebabnya karena banjir kiriman dari hulu sungai di luar Jakarta.

Pramono juga menyebut di saat bersamaan, Teluk Jakarta sedang pasang dan menyebabkan air tidak bisa mengalir ke laut.

"Kemarin itu sesuatu yang tidak mungkin dilawan sebenarnya," ucap Pramono.

Pemprov Jakarta baru bisa memompa air yang menggenang ke laut setelah ketinggian air mulai turun.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas