Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ramai Kasus Oplosan, Pembeli di Jakarta Selatan Tukar Beras Premium ke Eceran

Ia menyebut tren pembeli beralih ke beras eceran sudah terjadi sejak kasus ini ramai diberitakan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ramai Kasus Oplosan, Pembeli di Jakarta Selatan Tukar Beras Premium ke Eceran
Tribunnews/Alfarizy Aji
ECERAN - Beras eceran di toko beras tradisional di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). (Tribunnews/Alfarizy) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Efek domino dari pengungkapan kasus beras oplosan mulai terasa di lapangan.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Jakarta Selatan mengaku pembeli kini lebih memilih beras eceran dibanding beras premium dalam kemasan karung yang didesain 'premium'.

Bahkan, ada yang sampai kembali ke toko untuk menukar beras premium yang sudah dibeli karena takut tertipu.

Murtaza (20), penjual beras di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, mengatakan keraguan terhadap beras karungan meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Banyak orang yang ragu sekarang beli beras karungan seperti ini (bungkus premium),” ujar Murtaza saat ditemui Tribunnews,  Kamis (7/8/2025)

"Malah sekarang lebih banyak beli yang eceran. Kalau yang di karung mereka kurang minat sekarang," imbuhnya.

Tak hanya itu, ia mengungkap sempat ada pembeli yang meminta menukar beras premium karena merasa khawatir setelah melihat pemberitaan soal beras oplosan.

Baca juga: 3 Bos PT Padi Indonesia Maju Tersangka Kasus Beras Oplosan Tak Ditahan, Ini Alasan Polri

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya, malah kemarin ada yang balikin lagi, sudah beli beras premium, malah diganti beras eceran," ungkap Murtaza.

Hal senada disampaikan Junaidi, penjual beras di Pasar Cipete.

Ia menyebut tren pembeli beralih ke beras eceran sudah terjadi sejak kasus ini ramai diberitakan.

"Ya saat ini masyarakat banyak yang memilih beras eceran karena kalau membeli yang karung (terkesan premium) sudah pada ragu," kata dia.

Sementara itu, Susi (54), pedagang beras di Pasar Santa, juga merasakan peningkatan kekhawatiran dari pembeli.

"Biasanya pembeli itu jadi agak-agak takut," kata Susi, yang sudah sejak 2008 menjual beras.

"Pembeli nanya 'Ini oplosan atau enggak'. Kan yang oplosan itu enggak masuk pasar sini, banyak di minimarket-minimarket," tambahnya.

Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Beras Oplosan dari PT PIM

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus beras premium tidak sesuai standar mutu atau beras oplosan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas