Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Surya dan Haris, 2 Pembakar Halte Transjakarta: Masih Kuliah hingga Anggota Karang Taruna

Dua pembakar halte Transjakarta dikenal sebagai pemuda sopan dan menjadi anggota karang taruna.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Sri Juliati
zoom-in Sosok Surya dan Haris, 2 Pembakar Halte Transjakarta: Masih Kuliah hingga Anggota Karang Taruna
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampaow
DEMO DI JAKARTA - Sejumlah warga mengumpulkan puing sisa kebakaran Halte Transjakarta Senen Central, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025), pasca demo ricuh di Kwitang malam sebelumnya. Material yang dianggap bernilai diangkut untuk dijual. 

TRIBUNNEWS.COM - Surya, terduga pembakar halte Transjakarta di tengah kerusuhan demonstrasi, ditangkap polisi.

Surya yang masih kuliah semester 6 di sebuah universitas swasta itu diringkus bersama tiga pelaku lainnya, yaitu Haris, Irsyad, dan anak di bawah umur berinisial A, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kakak Surya, Putri Anggraini, mengungkapkan sosok adiknya itu. Putri berkata Surya aktif menjadi anggota karang taruna dan kerap menghadiri pengajian di kawasan tempat tinggalnya.

"Adik saya pokoknya kalau ada (kegiatan) di kelurahan tuh selalu ikut serta, apapun kegiatannya. Kebetulan kuliahnya juga lagi libur kan, jadi aktif lah untuk kegiatannya. Kadang suka bagi-bagi makanan tuh, pengajiannya, Jumat berkah," ujar Putri, Kamis, (4/9/2025), dikutip dari Tribun Jakarta.

Menurut Putri, Surya pernah bekerja sebagai pengendara ojek online (ojol). Namun, dia memilih berhenti menjadi ojol setelah ponselnya hilang. Surya kini memfokuskan kuliahnya.

Putri kemudian kaget karena adiknya terlibat dalam aksi demonstrasi yang diwarnai kekerasan dan nekat membakar halte.

Putri mengklaim Surya adalah seorang pemuda yang tidak berperilaku aneh-aneh. Surya juga sangat manja kepada ibunya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Adik saya, mohon maaf, badannya cuma gede saja gitu, pikirannya masih bocah, masih manja banget sama ibunya. Apa-apa masih ibunya gitu, makanya saya sempat kaget adik saya ikut-ikut kayak gitu, gimana gitu kan," kata dia.

Kata Putri, awalnya Surya, Irsyad, dan A tidak punya niat ikut berdemonstrasi. Mereka lebih suka nongkrong di depan rumah Surya.

Haris lalu datang dan mengajak ketiganya pergi berjalan-berjalan setelah merayakan momen 17 Agustus.

"Si Haris, karena kebetulan mohon maaf si Haris itu juga bukan anak sini ya, beda gitu. Cuma berteman sama adik saya karena satu karang taruna. Dia yang nyamper ke sini gitu," kata Putri.

Menurut Putri, Haris pada saat itu sudah membawa bom molotov di dalam tasnya. Namun, Surya, Irsyad, dan A tidak mengetahuinya.

Baca juga: Pembakar Halte Transjakarta yang Ditangkap saat Demo Ricuh Aktif di Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Namun, Putri menyebut saat itu Haris sudah membawa bom molotov di dalam tasnya tanpa diketahui oleh Surya, Irsyad, dan A. 

Putri menduga ketiga orang itu dihasut oleh Haris. 

"Adik saya kan gampang terpengaruh banget gitu ya. Sudah gitu termasuk anak yang membela temennya, lebih solidaritas sama temennya gitu," ujar dia.

Haris sudah diingatkan

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas