Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usulan Integrasi Koridor Logistik Kian Menguat, Tarif Tol JTCC Bisa Lebih Terjangkau

Tarif Tol Cibitung-Cilincing yang tinggi membuat perusahaan jasa logistik enggan menggunakannya dan lebih memilih jalur macet yang tidak berbayar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Erik S
zoom-in Usulan Integrasi Koridor Logistik Kian Menguat, Tarif Tol JTCC Bisa Lebih Terjangkau
dok.Tribunnews/Sapto Nugroho
INTEGRASI JALUR LOGISTIK - Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) di kawasan Marunda, Jakarta. Gagasan mengintegrasikan sejumlah ruas jalan tol di Jabodetabek sebagai koridor logistik kian menguat, seiring dengan kebutuhan akses yang lebih efisien dan terjangkau bagi pelaku logistik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Desakan untuk integrasi sejumlah ruas jalan tol di Jabodetabek sebagai koridor logistik kian menguat, seiring dengan kebutuhan akses yang lebih efisien dan terjangkau bagi pelaku logistik.

Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) turut menjadi sorotan sebagai jalur strategis yang menghubungkan secara langsung kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga diharapkan dapat memperlancar arus distribusi logistik.

Usulan tersebut makin menguat jika melihat kemacetan di beberapa ruas jalan tol Jakarta seperti di ruas TB Simatupang - Tanjung Priok dan jalur arteri lainnya.

Baca juga: ALFI Keluhkan Tarif Tol Cibitung-Cilincing: Perjalanan Truk Barang Cepat Sampai Tapi Kemahalan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pertumbuhan kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor utama penyebab peningkatan volume lalu lintas Jakarta.

“Berdasarkan data jumlah kendaraan di Jakarta tahun 2024, setiap hari terdapat penambahan sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 unit kendaraan,” ujarnya dikutip Jumat, 5 September 2025.

Disparitas tarif tol yang cukup besar antara ruas tol JORR 1 dan ruas tol JORR 2 juga turut mempengaruhi kemacetan di Jakarta. 

Banyak pengendara memilih untuk tidak menggunakan JORR 2 yang lebih mahal, sehingga arus kendaraan menumpuk di JORR 1 dan jalur pendukung yang terhubung. "Dampaknya, kemacetan pun dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pelaku logistik di lokasi tersebut," sebutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menilai, jalan tol JTCC perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari JORR 2 oleh pelaku logistik. 

“Jalan tol ini berpotensi mengurangi kemacetan dan mempercepat waktu tempuh menuju Pelabuhan Tanjung Priok karena memang dikhususkan untuk jalur kendaraan logistik, tidak seperti jalan tol lain yang dilalui berbagai jenis kendaraan dengan ritme kecepatan berbeda," ujarnya.

Namun, efektivitas dari keberadaan tol tersebut saat ini dirasa belum signifikan karena aspek tarif dan regulasi penggunaan.

Tarif Tol Cibitung-Cilincing yang tinggi membuat perusahaan jasa logistik enggan menggunakannya dan lebih memilih jalur macet yang tidak berbayar atau pun tol yang lebih murah meski secara jarak lebih jauh.

Baca juga: Tarif Tol Cibitung-Cilincing Dinilai Terlalu Mahal, Pelaku Logistik Mengeluh

Hal ini menjadi salah satu penyebab utama masih terpusatnya akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok melalui Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan jalur arteri lainnya, alih-alih menggunakan Tol Cibitung Cilincing.

Ia juga menilai optimalisasi JTCC bisa berkontribusi terhadap efisiensi operasional logistik nasional.

“Kemacetan di jalur logistik menyebabkan pemborosan bahan bakar dan kenaikan biaya logistik yang dibebankan pada masyarakat."

"Jika lalu lintas lancar, secara langsung menyumbang pada penurunan kepadatan lalu lintas dan efisiensi logistik nasional. Pada akhirnya, pemerintah dan masyarakat juga akan memperoleh manfaat dari efisiensi tersebut.”

Pada kesempatan terpisah, Kompol Sandy Titah Nugraha, S.I.K., Kepala Induk Turangga 05 Korlantas Polri Induk PJR Cikampek, turut menyatakan potensi JTCC dalam mengurai kemacetan.

“Integrasi koridor wilayah logistik antara Tol Cibitung - Cilincing dengan jaringan tol lainnya seperti Japek akan membantu pemerataan lalu lintas logistik," kata dia.

"Tidak hanya memperlancar arus ke Pelabuhan Tanjung Priok, tetapi juga mengurai kepadatan di titik-titik krusial seperti Simpang Susun Cikunir yang selama ini menjadi titik temu kemacetan. Efisiensi ini akan sangat membantu bagi para pelaku logistik dan pengguna jalan secara umum.”

Baca juga: Bayar Utang, Pelindo Bakal Lepas 65 Persen Saham Jalan Tol Cibitung-Cilincing

Ia menyoroti tarif JTCC yang masih menjadi kendala bagi pengendara kendaraan logistik.

“Terdapat paradigma blocking yang sudah tertanam pada pengemudi truk logistik, yang membuat mereka tetap memilih jalur yang yang lebih jauh seperti JORR 1 karena lebih murah."

"Sayangnya, dengan perhitungan operasional pengendara truk sumbu 3 ke atas, tarif Tol Cibitung - Cilincing masih menjadi kendala utama.”

Integrasi koridor wilayah logistik merupakan upaya menciptakan sistem jalur logistik yang terhubung secara strategis antar kawasan industri, pusat distribusi dan pelabuhan.

Selain meningkatkan kelancaran pengiriman barang, integrasi ini juga memungkinkan adanya penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif. 

Menanggapi kebutuhan integrasi koridor wilayah logistik dari para pelaku logistik, Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) juga telah menyampaikan rencana untuk melakukan pengecekan terhadap tarif JTCC yang dinilai terlalu mahal.

“Pemerintah harus memahami kondisi riil di lapangan. Jika volume kendaraan di sebuah ruas tol sedikit dan jalan arteri tetap padat, maka penyebab utamanya kemungkinan besar adalah tarif tol yang terlalu mahal," kata Mahendra.

Kondisi ini menunjukkan bahwa infrastruktur baru belum optimal mendukung peralihan arus logistik.

"Karena itu, diperlukan intervensi pemerintah untuk mendorong efisiensi distribusi barang, baik dari sisi waktu tempuh maupun biaya operasional agar jalur logistik dapat berjalan lebih efektif,” lanjut Mahendra. (tribunnews/fin)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas