Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Nelayan Terpaksa Putar Jalan imbas Tanggul Beton di Laut Jakut, KKP Tak Bisa Ambil Tindakan

Sejumlah nelayan mengeluhkan adanya tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (10/9/2025). Pihak KKP sebut tak bisa ambil tindakan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Isti Prasetya
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Kisah Nelayan Terpaksa Putar Jalan imbas Tanggul Beton di Laut Jakut, KKP Tak Bisa Ambil Tindakan
TRIBUN JAKARTA/GERALD LEONARDO AGUSTINO
PAGAR LAUT - Gambar udara tanggul beton di pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, yang dikeluhkan nelayan. Sejumlah nelayan mengeluhkan adanya tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (10/9/2025). Pihak KKP sebut tak bisa ambil tindakan. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah nelayan mengeluhkan adanya tanggul beton yang dipasang di perairan Cilincing, Jakarta Utara, tepatnya di pesisir Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Tampak dari daratan, tanggul beton itu berjarak sekira 300-500 meter di tengah laut.

Sedangkan, tingginya sekira 2 meter dari permukaan laut itu dipasang sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

Ditemui pewarta Tribun Jakarta, Gerald Leonardo, seorang nelayan Kalibaru bernama Heriyanto mengatakan tanggul beton itu sudah ada beberapa bulan belakangan.

Hal itu membuat kesehariannya melaut terganggu akibat adanya tanggul tersebut.

Dia pun mengeluhkan kesulitan mencari kepiting rajungan yang menjadi buruannya.

"Saya nelayan. Saya biasanya nyari rajungan. Itu tanggul untuk dijadikan daratan, dibikin tanggul entar diuruk lagi. Itu sudah lama, cuman sekarang baru dilanjutkan lagi proyek itu," kata Heriyanto, Rabu (10/9/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menjabarkan, jalur perjalanan melaut yang seharusnya bisa lebih cepat akhirnya tersendat lantaran terhalang pagar tersebut.

Sehingga Heriyanto harus menggerakkan perahunya memutari tanggul untuk bisa sampai ke tempat mencari rajungan.

"Kalo untuk masalah terganggu, nggak bisa lewat jalur cepat, jadinya kita ke tengah dulu. Tangkapan ikan juga jadi jauh, di pinggir juga udah nggak ada," ucap dia.

Hal senada juga disampaikan nelayan lain bernama Darsim.

Baca juga: Viral Tanggul Beton di Pesisir Cilincing Ganggu Nelayan, Dinas Sumber Daya Air Jakarta Buka Suara

Nelayan pencari kerang hijau itu mengatakan, aktivitasnya di laut belum terdampak secara signifikan.

Hanya saja, jalur perjalanannya menjadi lebih jauh dari rute yang biasa dia lewati.

"Kalau nyari kerang hijau sih nggak keganggu, soalnya kerang hijau tetap ada. Yang keganggu paling perjalanan, harusnya kan langsung belok ke sana," kata Darsim.

Adapun berdasarkan pantauan, di dekat tanggul beton itu juga terlihat ada kapal tongkang yang bersandar.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas