Timeline Kasus Penculikan-Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Dimulai Juni 2025 Muncul Rencana Jahat
Polisi mengungkap timeline kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kacab Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, Selasa (16/9/2025).
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Polisi mengungkap timeline atau linimasa kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang Perwakilan (KCP) Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta.
Ilham Pradipta sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal di wilayah Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).
Ia menjadi korban penculikan berujung kematian yang dilakukan oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK).
Sejauh ini, ada 16 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk anggota TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda) inisial FH.
Para pelaku nekat menculik korban lantaran ingin melancarkan aksinya untuk memindahkan dana dari rekening dormant (rekening pasif) ke rekening penampungan yang sudah dipersiapkan.
Rekening dormant merupakan rekening bank yang tidak aktif karena tidak ada transaksi selama periode waktu tertentu, sesuai kebijakan masing-masing bank.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, kejadian berawal dari lokasi parkiran Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Para pelaku melakukan penculikan terhadap korban di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo tersebut, pada 20 Agustus 2025, sekitar pukul 14.00 WIB.
Timeline Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN di Cempaka Putih
- Bulan Juni 2025
Wira Satya menjelaskan, kejadian berawal sekitar bulan Juni 2025.
Di mana pelaku atas nama C alias K, bertemu pelaku DH. Saat itu, C alias K memiliki data sejumlah rekening dormant di beberapa bank.
Baca juga: KSAD Maruli Simanjuntak Buka Suara soal Oknum TNI Terlibat Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Akan Evaluasi
C alias K lantas memiliki rencana untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening yang sudah dipersiapkan.
"Dalam rencana ini, C alias Ken sudah menyiapkan tim IT, namun untuk melakukan hal tersebut, memerlukan persetujuan ataupun otoritas dari kepala bank."
"Sehingga pelaku atas nama C alias K, mengajak DH untuk mencari kepala cabang ataupun yang bisa diajak kerjasama dalam rangka pemindahan rekening dormant ke rekening yang sudah dipersiapkan," ucap Kombes Wira Satya Triputra saat menyampaikan keterangan pers, Selasa (16/9/2025).
- 30 Juli Dilakukan Pertemuan Beberapa Pelaku
Pada 30 Juli 2025, C alias K bersama pelaku atas nama DH dan AAM melakukan pertemuan.
Pertemuan dilakukan karena C alias K memiliki informasi terkait rekening dormant yang ada di BRI.