Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Survei Terbaru Sebut Mayoritas Publik Nilai Koruptor Terlibat Kerusuhan Demo Agustus 2025

Survei Median: 60,8% publik percaya kerusuhan demo Agustus 2025 dipicu perlawanan koruptor, bukan “Geng Solo”.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Survei Terbaru Sebut Mayoritas Publik Nilai Koruptor Terlibat Kerusuhan Demo Agustus 2025
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadillah
DEMO DI JAKARTA – Seorang pengendara motor melintas di Jalan Sudirman dengan latar Halte TransJakarta Senayan yang terbakar, Sabtu (30/8/2025) dini hari. Sejumlah fasilitas halte dirusak oleh kelompok tak dikenal berpakaian tertutup, bersamaan dengan demonstrasi besar terkait meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan. 

10 orang tewas, ratusan luka-luka, dan ribuan ditahan

Gedung DPRD, kantor polisi, halte Transjakarta, dan fasilitas umum dibakar di berbagai kota

Demo Bereskalasi Jadi Amok:

Sekitar 22?mo berubah menjadi amok, yaitu kerusuhan spontan yang brutal dan sulit dikendalikan

Beberapa rumah pejabat negara seperti anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut diserang

Komnas HAM membentuk tim pencari fakta bersama 5 lembaga HAM lainnya Kapolri mengakui kemungkinan kesalahan dalam penangkapan dan menjanjikan evaluasi. 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (10/9/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM mendorong kepolisian agar tidak sembarangan melakukan penangkapan yang berkaitan dengan demonstrasi pada akhir Agustus 2025.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian haruslah terlebih dahulu memenuhi unsur hukum.

"Mereka yang ditangkap dan ditahan ini tidak asal tangkap gitu ya. Tetapi benar karena memenuhi unsur, karena pada saat itu kan ribuan yang diamankan," ujar Anis kepada Kompas.com, Rabu (10/9/2025).

Komnas HAM yang bertemu Kapolri Sigit juga menyoroti sulitnya akses bantuan hukum untuk para tahanan yang ditangkap.

 "Concern kami yang masih ditahan ini memastikan akses bantuan hukum karena itu aduan yang banyak masuk ke Komnas HAM," tutur Anis.

Kendati demikian, ia mengungkap bahwa Kapolri Sigit mengakyi adanya kemungkinan kesalahan dalam penangkapan yang berkaitan dengan demo akhir Agustus 2025.

"Kapolri juga menyatakan mungkin ada di antara itu yang kami melakukan kesalahan. Tetapi kemudian kami lakukan pemilahan sehingga sebagian besar juga sudah dibebaskan," ujar Anis.

 Diketahui, sebanyak 5.444 orang sempat ditahan kepolisian berkaitan dengan demo dan kericuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas