Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Terapis Delta Spa Pejaten Jakarta Selatan Tewas, Polisi Panggil Pemilik Usaha

Penyidik sudah memeriksa sekitar 15 saksi, termasuk rekan kerja korban, pihak keamanan, serta manajer spa tempat korban bekerja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Terapis Delta Spa Pejaten Jakarta Selatan Tewas, Polisi Panggil Pemilik Usaha
Kolase Tribunnews
TERAPIS DELTA SPA TEWAS - Lokasi penemuan mayat RTA, terapis Delta Spa yang ditemukan tewas tertelungkup di lahan kosong di belakang gedung Delta Spa tempatnya bekerja di Pejaten, Jakarta Selatan. RTA ditemukan dalam posisi miring, mengenakan kaos dan celana panjang abu-abu. Di dekat tubuhnya terdapat selendang hitam-putih dan dompet berisi dua ponsel, iPhone dan Vivo. 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Polisi akan memanggil pengelola Delta Spa di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, terkait penyelidikan kasus kematian seorang terapis wanita yang ditemukan tewas beberapa waktu lalu.

Langkah itu dilakukan setelah penyidik memeriksa sekitar 15 saksi, termasuk rekan kerja korban, pihak keamanan, serta manajer spa tempat korban bekerja.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengatakan surat klarifikasi untuk pihak manajemen dan pemilik spa rencananya akan dikirim, Kamis (16/10/2025).

"Nanti pada saat ada surat panggilan, kita lihat sejauh mana hasil daripada klarifikasi itu,” ujar Kompol Murodih kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).

Murodih menjelaskan, pemeriksaan terhadap pemilik spa dilakukan untuk menelusuri dugaan eksploitasi tenaga kerja, terutama karena korban disebut masih di bawah umur saat bekerja.

"Kalau itu mengarah anak di bawah umur, nanti keterangan dari Dukcapil seperti apa, betul nggak hasil data itu. Kami masih tunggu klarifikasi dari Dukcapil," jelasnya.

Selain pemilik, polisi juga akan memanggil pihak rekrutmen atau agen perekrut yang diduga menyalurkan korban ke tempat spa tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Untuk rekrutmennya yang akan kami panggil nanti. Kami lidik, kalau itu nanti ada indikasi, ya kami akan lanjutkan," kata Murodih.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan perbedaan data antara KTP dan Kartu Keluarga korban. Karena itu, penyidik juga akan meminta klarifikasi dari Dukcapil untuk memastikan identitas korban sebenarnya.

Baca juga: Terapis Delta Spa yang Tewas di Pejaten Dikabarkan Hamil, Polisi Periksa Dugaan Racun di Dalam Tubuh

"Kalau dilihat dari bukti yang sudah diamankan, Kartu Keluarga sama KTP itu berbeda. Makanya nanti kami panggil untuk klarifikasi dari Dukcapil untuk bagaimana yang sebetulnya seperti apa," pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas