Bocah SD di Cilincing Dibunuh, 2 Hari Berselang Ibunya di Indramayu Meninggal
Seorang ibu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal dua hari setelah anak perempuannya dibunuh.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Seorang bocah SD di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dibunuh oleh tetangganya yang kesal kepada orang tua korban
- Dua hari setelah pembunuhan terhadap anaknya, ibu bocah itu meninggal karena sakit
- Pembunuhan dipicu oleh pelaku yang marah setelah orang tua pelaku menagih utang dan mengeluarkan kata kasar
TRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal dua hari setelah anak perempuannya, VI (12), dibunuh.
VI yang masih siswa SD itu dibunuh Senin malam, (13/10/2025), di Kampung Sawah, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, sedangkan ibunya meninggal Rabu malam di Indramayu.
Ibu VI dikabarkan meninggal lantaran sakit yang sudah menderanya sejak beberapa tahun belakangan
Kabar meninggalnya ibu VI dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz.
"Kami turut belasungkawa untuk keluarga besar VI," kata Erick, Kamis, dikutip dari Warta Kota.
Sementara itu, Kapolsek Cilincing Bobi Subarsi menambahkan bahwa ibu VI meninggal dunia di Indramayu yang menjadi kampung halamannya.
"Iya, Bang, meninggal karena sakit. Kalau dari keterangan warga sekitar, sudah lama sakit," kata Bobi.
Kasus pembunuhan terhadap VI
VI (12) tewas dibunuh R (16) di Kampung Sawah setelah diiming-imingi diberi baju bagus oleh pelaku.
Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno, pembunuhan itu diketahui setelah orang tua korban mencari anaknya yang belum pulang meski sudah malam.
Onkoseno berkata warga sempat melihat VI diajak oleh pelaku. Warga juga sempat menanyai keduanya.
Baca juga: Kesaksian Warga Cilincing setelah Bocah SD Dibunuh, Pelaku Berusia 16 Tahun Sakit Hati Ditagih Utang
"Setelah diikuti oleh warga ke rumah kontrakan karena curiga dan sempat diinterogasi oleh warga," kata Onkoseno, Rabu, (15/10/2025).
Onkoseno mengklaim R tidak memperkosa VI. Dia mengatakan hal itu setelah pihak rumah sakit memeriksa jenazah korban.
"Pelaku hanya meraba-raba area sensitif dari korban saja usai membunuh," ucapnya.
Kata Onkoseno, pelaku tega membunuh korban karena dendam kepada orang tua korban yang berbicara kasar ketika menagih utang. Saat ini sudah ada empat saksi yang diperiksa.
Sementara itu, Kombes Erick berkata pelaku tidak membayar ketika ditagih.