Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Jakarta Keluhkan Batuk dan Pilek Tak Sembuh, Dinkes Sebut ISPA Masih Terkendali

Kasus ISPA meningkat di Jakarta. Warga alami batuk-pilek tak sembuh, dipicu polusi dan perubahan cuaca ekstrem.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warga Jakarta Keluhkan Batuk dan Pilek Tak Sembuh, Dinkes Sebut ISPA Masih Terkendali
Tribunnews / Ilustrasi AI
ILUSTRASI BATUK - Gambar ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI) dari seseorang yang menelan dahak saat batuk yang dibuat pada Minggu (2/3/2025). Warga Jakarta mengenakan masker di tengah peningkatan kasus ISPA dan cuaca tak menentu. Banyak yang mengeluhkan batuk-pilek tak kunjung sembuh sejak awal Oktober 2025. 

Dalam sebulan terakhir ini, banyak warga yang mengeluhkan batuk, pilek tidak sembuh-sembuh.

ISPA merujuk pada kondisi saluran pernapasan bagian atas dan bawah termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru yang terkena infeksi.

Infeksi bisa disebabkan oleh berbagai agen penyebab, seperti virus, bakteri, atau bahkan jamur. 

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, kasus ISPA di ibu kota dalam kurun waktu sebulan terakhir masih dalam situasi yang terkendali, pola wajar dan tidak signifikan kenaikannya.

Saat ini cuaca panas lalu hujan seperti sekarang, membuat kasus agak naik.

Namun naiknya tidak naik signifikan atau terkendali

"Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya," kata Ani di RSUD Cengkareng Jakarta pada Kamis (16/10/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Dinas Kesehatan memantau perkembangan kasus ISPA dan penyakit lainnya di Jakarta.

Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta juga siap melayani kesehatan masyarakat.

"Faskes yang ada di seluruh Jakarta sebanyak 292 puskesmas pembantu, 44 puskesmas kecamatan. Kami siap," kata dia.

Bahkan, untuk puskesmas di tingkat kecamatan juga membuka layanannya selama 24 jam untuk masyarakat.

"Jika warga memang merasakan gejala, silakan berobat ke puskesmas, ke faskes, sehingga bisa dilakukan deteksi dini," jelasnya.

Sementara untuk kasus covid-19, Ani menyebut penyakit tersebut saat ini telah masuk ke fase endemis. Sehingga meskipun penyakit Covid masih ditemukan, namun tingkat keparahannya tidak tinggi.

"Covid-19 masih ada, tetapi tingkat keparahannya tidak tinggi. Jadi biasanya hanya banyak di kasusnya dirawat jalan saja," ujar Ani.

Seorang warga yang mengalami batuk pilek yang tidak sembuh-sembuh adalah karyawan BUMN, Lintang (26).

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas