Reuni SMPN 123 Jakarta, Kak Seto Ajak Guru dan Alumni Lawan Perundungan
Kak Seto Mulyadi, mengapresiasi pelaksanaan Reuni Akbar SMP Negeri 123, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang digelar oleh Angkatan 1997.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerhati anak nasional, Kak Seto Mulyadi, mengapresiasi pelaksanaan Reuni Akbar SMP Negeri 123, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang digelar oleh Angkatan 1997.
Ia menilai, reuni dengan tema “Kembali Bertemu, Merajut Silaturahmi” tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan sekolah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.
Dalam sambutannya, Kak Seto memuji semangat para alumni yang tetap menjaga ikatan persaudaraan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, bukan sekadar mengejar nilai akademik.
“Reuni seperti ini menunjukkan hasil dari pendidikan 28 tahun lalu. Para siswanya tumbuh menjadi orang-orang hebat dengan potensi unik masing-masing. Ini yang perlu terus dilanjutkan, pendidikan yang ramah anak,” ujar Kak Seto di Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, pendidikan seharusnya mencakup etika, estetika, rasionalitas, dan kesehatan, yang membentuk karakter pelajar berprofil Pancasila. Ia juga menegaskan bahwa ketegasan dalam mendidik tidak boleh disamakan dengan kekerasan.
“Tegas perlu, tapi tegas berbeda dengan kekerasan. Kalau anak melakukan kesalahan, sanksinya adalah pembinaan, bukan hukuman fisik,” tegas Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) tersebut.
Kak Seto juga menyoroti maraknya kasus bullying di sekolah.
Menurutnya, perundungan sering terjadi karena adanya pembiaran dan kurangnya kepedulian lingkungan sekolah.
Ia mengingatkan, Undang-Undang Perlindungan Anak melarang segala bentuk kekerasan, baik fisik, mental, maupun seksual, terhadap anak di lingkungan pendidikan.
“Bullying itu bisa fisik, bisa mental, bahkan bisa seksual. Semua itu dilarang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan bahagia bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia mengajak guru dan alumni untuk bersama-sama mengampanyekan “Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying”, serta menghargai semua bentuk prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik.
“Anak yang pintar menari, menggambar, atau berakting juga harus diapresiasi. Semua anak harus dimanusiakan dan dihargai,” tutur Kak Seto.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 123 Jakarta Utara, Tri Hartini G Rahayu
turut menyampaikan rasa harunya atas pelaksanaan reuni yang berlangsung hangat dan penuh makna.
Baca tanpa iklan