Polisi Selidiki Kasus Empat Orang di Curug Tangerang Dikeroyok Membabi Buta
Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Curug, sementara para pelaku masih dalam penyelidikan
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Empat pria menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka-luka serius.
Insiden terjadi di depan gerbang Pabrik Astari Niaga Internasional, Kampung Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/10/2025) dini hari.
Keempat korban ialah NM, RST, RBM, dan CJM.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menyebut peristiwa berawal ketika para korban sedang minum tuak di sebuah lapo milik warga bernama MS di kawasan Bitung, Curug, Tangerang.
Sekitar pukul 02.30 WIB, datang empat pria tak dikenal menggunakan dua sepeda motor jenis Honda Beat.
Mereka meminta dua botol bir kepada pemilik lapo, namun permintaan itu tidak direspons.
Baca juga: 3 Pelaku Pengeroyokan Penjual Kue Ditangkap Polisi, Ternyata Dipicu Dendam Antar Istri
“Pelaku kemudian berkata dengan nada mengancam, ‘Tunggu aja nanti,’ sebelum pergi dari lokasi,” kata AKBP Reonald dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Merasa tersinggung karena pemilik lapo adalah warga setempat, keempat korban itu mengejar para pelaku hingga ke arah belakang Pom Bensin Bitung.
Namun sesampainya di lokasi, mereka tidak mengetahui bahwa para pelaku telah bergabung dengan sejumlah rekan lainnya.
Di tempat itu, korban langsung dikeroyok secara membabi buta.
Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami luka serius, antara lain luka tusuk di bawah ketiak, luka akibat busur di pinggang kiri, serta luka di kepala akibat pukulan benda tumpul.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, yakni RS Annisa dan RS Hermina Tangerang, untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kasus masih dalam penyelidikan. Kami telah melakukan olah TKP dan mengajukan visum terhadap korban,” ujar Reonald.
Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Curug, sementara para pelaku masih dalam penyelidikan.
Hingga kini polisi masih memburu para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari empat orang.
Baca tanpa iklan