Dorong Lapangan Kerja, DPRD DKI Dukung Disnakertransgi Gelar Job Fair Digital
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperluas kesempatan kerja bagi warga melalui program job fair rutin di seluruh wilayah.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya membuka peluang kerja lebih luas bagi warganya. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan rutin menggelar bursa kerja atau job fair.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta yang aktif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai, pelaksanaan job fair yang inovatif dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sekaligus membantu masyarakat DKI yang tengah mencari pekerjaan.
"Inovasi dalam pelaksanaan job fair dapat menjadi solusi. Memang Disnakertransgi ini harus menjadi comblang-nya. Maka itu saya kemarin minta supaya job fair diperbanyak," ujarnya pada Bulan Mei lalu.
Ia menilai, sudah saatnya program penyelenggaraan job fair ditingkatkan dengan pendekatan yang lebih modern, seperti menerapkan sistem digital.
"Salah satu terobosan nya Job Fair Goes to Campus. Jadi kampus-kampus besar masuk. Tapi kalau yang ini masih konvensional," imbuhnya.
Menurutnya, penyelenggaraan job fair secara digital dapat memudahkan perusahaan dan pencari kerja dalam berinteraksi. Ia mendeskripsikan konsep ini seperti mal digital yang mempertemukan kedua pihak secara efisien.
"Sambil kita kaji sebenarnya, Jakarta ini kekurangan lapangan pekerjaan atau kekurangan pekerja yang berkualitas," tandasnya.
Perluas Jangkauan Job Fair di Jakarta
Dalam mendukung upaya tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, Pemprov DKI berkomitmen untuk mendekatkan para pencari kerja dengan dunia usaha agar kesempatan kerja dapat lebih mudah diakses masyarakat. Ia berharap, ke depan, akan makin banyak job fair yang diadakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Selama ini job fair dilakukan enam bulan sekali dan tempatnya jauh, seperti di SMESCO. Untuk ke sana saja sudah memerlukan biaya yang besar. Saya ingin potong itu. Kita bikin job fair di kecamatan-kecamatan karena wilayah industri ada di sekitar itu. Ke depan, job fair akan diadakan setiap bulan di lokasi yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” kata Wagub Rano saat membuka kegiatan Job Fair Wilayah Jakarta Timur Gelombang I di Tamini Square, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2025) lalu.
Baca juga: Strategi Pemerintah Perluas Lapangan Kerja Lewat Investasi dan Program Produktif
Lebih lanjut, Wagub Rano mengatakan, Pemprov DKI akan menciptakan 500.000 lapangan kerja, seperti penambahan tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), petugas pemadam kebakaran sebanyak 11.000 orang, serta pasukan putih berupa tenaga medis yang berkunjung langsung untuk membantu kesehatan para lansia.
Selain itu, Kepala Dinas TKTE Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan keberpihakan terhadap kesejahteraan warganya, terutama dalam memperluas kesempatan kerja melalui program-program pengembangan keterampilan, penciptaan peluang usaha, serta inisiatif penyerapan tenaga kerja.
Ia mengatakan, pada periode Agustus 2023 hingga Agustus 2024, penyerapan tenaga kerja di Jakarta tercatat sebanyak hampir 35.000 orang. Untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, Dinas TKTE Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan strategi baru dalam menggelar bursa kerja atau job fair. Langkah ini merupakan bagian dari program kerja 100 hari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno yang berfokus pada solusi konkret di bidang ketenagakerjaan.
Berbeda dari sebelumnya, job fair kali ini digelar secara lebih masif dengan sistem klaster. Dari total 44 kecamatan di DKI Jakarta, pemerintah menggabungkan beberapa kecamatan menjadi satu klaster untuk menggelar job fair berskala besar.
“Setiap bulan rencananya akan digelar 2-3 kali job fair di lima wilayah kota administrasi,” ujarnya.
Contohnya tiga kecamatan di Jakarta Timur, seperti Jatinegara, Matraman, dan Pulo Gadung, digabung dalam satu klaster sehingga para pencari kerja dari wilayah tersebut dapat mengakses lebih banyak peluang di satu lokasi strategis. Klaster lainnya, seperti Cakung, Pondok Kelapa, dan Duren Sawit juga akan diadakan secara bergantian.
Baca tanpa iklan