Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gedung Terra Drone yang Terbakar Ternyata Bengkel Servis, Polisi Kejar Pimpinan Perusahaan

AKBP Roby Saputra memastikan gedung tersebut digunakan sebagai tempat servis drone sekaligus kantor operasional.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gedung Terra Drone yang Terbakar Ternyata Bengkel Servis, Polisi Kejar Pimpinan Perusahaan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KEBAKARAN - Petugas gabungan berusaha mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Kebakaran tersebut menyebabkan 22 orang meninggal dunia. Terra Drone merupakan perusahaan asal Jepang. Namun pimpinan perusahaan di Indonesia adalah warga lokal. 

Ringkasan Berita:
  • Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kebakaran Gedung Terra Drone
  • AKBP Roby Saputra memastikan gedung tersebut digunakan sebagai tempat servis drone sekaligus kantor operasional
  • Terra Drone merupakan perusahaan asal Jepang

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra memastikan gedung tersebut digunakan sebagai tempat servis drone sekaligus kantor operasional.

Baca juga: Pesan Terakhir Ervina Korban Kebakaran Terra Drone: Pasrah Tak Bisa Selamatkan Diri

Dari informasi yang perusahaan yang tertera di internet, Terra Drone menyediakan berbagai jenis drone yang berfungsi untuk survey, pemetaan, sampai penyiraman tanaman.

"Benar (yang terbakar perusahaan drone). (Di gedung itu) enggak produksi, tapi perbaikan dan kantor,” ujar Roby, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Kebakaran Gedung Terra Drone, Polisi Periksa 8 Saksi, Manajemen Perusahaan hingga Warga Sekitar

Bisa (servis drone). Servisnya memang di sana," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Roby menjelaskan, Terra Drone merupakan perusahaan asal Jepang. Namun pimpinan perusahaan di Indonesia adalah warga lokal.

Identitasnya telah diketahui dan polisi tengah mencari keberadaannya untuk dimintai keterangan.

"Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang)," ucap Roby.

Hingga kini penyidik telah memeriksa delapan saksi, mulai dari pihak manajemen hingga warga sekitar. Sementara pemilik gedung dan pemilik perusahaan belum dimintai keterangan.

Kebakaran tersebut dilaporkan pada pukul 12.43 WIB. Jumlah korban meninggal mencapai 22 orang, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.

Sebelumnya diberitakan, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri telah menerima 22 kantong jenazah terkait kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Dari 11 jenazah yang diidentifikasi oleh tim DVI tiga jenazah berhasil teridentifikasi di antaranya:

- Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun.

Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas