Mahasiswi Magang Meninggal akibat Kebakaran Terra Drone, Keluarga Minta Penjelasan Perusahaan
Kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran menewaskan 22 orang, termasuk mahasiswi magang, diduga akibat baterai meledak saat diisi daya.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan biaya para korban akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, bantuan ke keluarga korban sebagai tanda pemerintah hadir di tengah masyarakat.
"Tugas Jakarta, pemerintah Jakarta yang saya pimpin adalah bagaimana memberikan kemudahan bagi siapapun yang meninggal untuk bisa dibantu dimakamkan di Jakarta atas tanggung jawab Pemerintah Jakarta, termasuk yang luka, sakit, dan sebagainya kami tanggung,” ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.
Ia menyoroti sistem keamanan di kantor Terra Drone yang kurang memadai karena tak dilengkapi jalur evakuasi.
Baca juga: Evakuasi Dramatis Kebakaran Terra Drone, Riyan Merayap dari Gedung Sebelah Selamatkan Korban
"Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha yang seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting."
"Ini menunjukkan (gedung kantornya) lantai enam, tetapi tidak dipersiapkan untuk (jalur) evakuasi dan sebagainya," ucapnya.
Ia meminta setiap kantor menyediakan alat pemadam kebakaran agar insiden serupa tak terjadi.
"Tetapi untuk case yang seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali. Sehingga kemudian apa yang terjadi sekarang itu adalah cerminan dari hal itu," katanya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Gubernur Pramono Anung: Pemprov DKI Tanggung Biaya Semua Korban Kebakaran Terra Drone
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Dionisius Arya)
Baca tanpa iklan