Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelaku Perusakan dan Pembakaran di Kalibata Diduga Ada 100 Orang

Polisi sebut penyerangan di kalibata dilakukan hingga 100 orang. Polres Metro Jakarta Selatan pun tengah melakukan penyelidikan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pelaku Perusakan dan Pembakaran di Kalibata Diduga Ada 100 Orang
HO/IST/Warta Kota/Ramadhan L Q
PENGEROYOKAN DI KALIBATA - Aksi pembakaran sejumlah warung di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, merebak, Kamis (11/12/2025) malam, setelah dua mata elang atau debt collector di keroyok sejumlah orang di sana hingga salah satunya tewas. Polisi menduga kuat ada hubungan antara pengeroyokan yang menyebabkan seorang mata elang tewas dengan aksi pembakaran warung di depan TMP Kalibata 

Ringkasan Berita:
  • Polisi menyelidiki dua kasus sekaligus: pengeroyokan dua mata elang (matel) serta pembakaran warung, mobil, dan motor oleh massa yang diduga kelompok matel.
  • Kapolres Jaksel menyebut 80–100 orang datang melakukan aksi balasan dan merusak warung-warung di sekitar lokasi pengeroyokan.
  • Polisi masih mengidentifikasi asal kelompok massa tersebut dan menegaskan penyelidikan dilakukan secara maksimal.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap mata elang (matel) atau debt collector atau penagih utang di kawasan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025) sore.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga melakukan penyelidikan mengenai pembakaran warung makan oleh massa yang diduga dari kelompok matel.

Bukan hanya warung makan saja yang dibakar, tetapi sebuah mobil dan motor yang terparkir di lokasi kejadian juga turut dibakar.

"Ya, pasti kita akan melakukan proses. Ini kan dua perkara. Perkara pengeroyokan dan perkara pengerusakan," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly, dikutip dari TribunJakarta.com.

Ia menuturkan massa yang melakukan perusakan dan pembakaran mencapai 100 orang.

"Akibat dari (pengeroyokan) itu, yang korban ini mempunyai teman-teman kurang lebih 80 sampai 100 orang tiba-tiba datang,"

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebenarnya kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi itu,"

"Namun, kekuatan pada saat itu yang tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini," ungkap Kapolres.

Ia menambahkan saat ini pihaknya tengah melakukan identifikasi dari kelompok mana yang melakukan perusakan tersebut.

"Jadi kita masih dalam penyelidikan. Kelompok massa itu yang dari mana, nanti kita akan lakukan penyelidikan dulu secara maksimal, baru kita bisa tahu dari mana kelompok itu," ujar Nicolas.

Baca juga: Awal Mula Mata Elang Tewas Dikeroyok hingga Berujung Pembakaran Warung di Kalibata

Berawal dari Pengeroyokan

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan aksi pembakaran ini diduga terjadi setelah ada dua mata elang (Matel) atau debt collector yang dikeroyok sejumlah orang hingga salah satunya meninggal dunia.

Aksi pengeroyokan tersebut dilakukan oleh sejumlah orang di sekitaran warung-warung yang dibakar.

Menurutnya, ada unsur tak terima dalam aksi pembakaran ini.

"Karena ada korban dari teman-teman debt collector ini yang dikeroyok hingga meninggal, mungkin ada perasaan tidak terima, sehingga terjadi pembakaran," ujar Mansur, dikutip dari Wartakotalive.com.

Ia menceritakan pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB, ada dua matel yang dikeroyok di depan TMP Kalibata.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas