Kasus Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (MIP) ke Kejaksaan.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Hasanudin Aco
Selanjutnya korban dipukul dua kali sebelum pintu mobil Fortuner hitam ditutup.
Di sana kemudian datang mobil Cayla warna cokelat di mana berisi Kopda Feri bersama sosok yang baru diungkap Sersan Franky.
Sempat berikan uang kepa Erasmus
Dari reka adegan itu pula baru diketahui bahwa Kopda Feri sempat memberikan uang sebesar Rp350 kepada Erasmus dkk untuk membeli peralatan penculikan seperti lakban hitam, handuk kecil, dan beberapa bungkus rokok.
Lakban hitam digunakan untuk menutupi plat nomor kendaraan Avanza putih.
Kopda Feri Herianto lalu menyerahkan uang Rp 45 juta kepada Erasmus Wawo sebagai imbalan atas penculikan terhadap korban.
Uang itu kemudian dibagi kepada lima anggota yang terlibat di mobil Avanza putih.
Di dalam Fortuner, korban mulai lemah kehabisan energi karena terus dipukuli.
Mobil Fortuner melanjutkan perjalanan menuju arah Cikarang, posisi sopir sempat digantikan David Setia Darmawan.
Sekitar pukul 00.30 WIB, Fortuner menepi di lahan kosong di wilayah Kabupaten Bekasi.
Korban diturunkan Serka Nasir melilitkan handuk ke leher korban dan menarik tubuhnya keluar, menyeretnya hingga dilemparkan ke tanah.
Setelah pembuangan usai, mobil para pelaku menuju SPBU untuk berganti pakaian.
Rombongan kemudian berkumpul di sebuah kafe di kawasan Cibubur.
Di sana sudah ada Anton, Dwi Hartono, Rochmat, Johanes Joko, dan Serka Nasir untuk membahas hasil penculikan yang disebut tak berjalan sesuai rencana.
Dwi Hartono menerima telepon dari Ken yang memberi kabar korban yang mereka culik ditemukan meninggal dan sudah viral.
Kronologis Peristiwa
Korban Mohamad Ilham Pradipta merupakan kepala cabang bank BUMN di kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat ditemukan tewas usai diculik.
Baca tanpa iklan